Pattica Sammupada – SN 12.1-12.2

0
7
Buddha
Buddha

Saṃyutta Nikāya

12. Kelompok Khotbah tentang Penyebab

1. Kemunculan Bergantungan

Demikianlah yang kudengar. Pada suatu ketika Sang Bhagavā sedang berdiam di Sāvatthī di Hutan Jeta, Taman Anāthapiṇḍika. Di sana, Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu: “Para bhikkhu!”

“Yang Mulia!” para bhikkhu itu menjawab. Sang Bhagavā berkata sebagai berikut:

“Para bhikkhu, Aku akan mengajarkan kalian tentang kemunculan bergantungan. Dengarkan dan perhatikanlah, Aku akan berbicara.”—“Baik, Yang Mulia,” para bhikkhu itu menjawab. Sang Bhagavā berkata sebagai berikut:

“Dan apakah, para bhikkhu, kemunculan bergantungan? Dengan ketidaktahuan sebagai kondisi, maka bentukan-bentukan kehendak [muncul]; dengan bentukan-bentukan kehendak sebagai kondisi, kesadaran; dengan kesadaran sebagai kondisi, nama-dan-bentuk; dengan nama-dan-bentuk sebagai kondisi, enam landasan indria; dengan enam landasan indria sebagai kondisi, kontak; dengan kontak sebagai kondisi, perasaan; dengan perasaan sebagai kondisi, ketagihan; dengan ketagihan sebagai kondisi, kemelekatan; dengan kemelekatan sebagai kondisi, penjelmaan; dengan penjelmaan sebagai kondisi, kelahiran; dengan kelahiran sebagai kondisi, penuaan-dan-kematian, kesedihan, ratapan, kesakitan, ketidak-senangan, dan keputus-asaan muncul. Demikianlah asal-mula dari keseluruhan kumpulan penderitaan. Ini, para bhikkhu, disebut kemunculan bergantungan.

“Tetapi dengan peluruhan tanpa sisa dan lenyapnya ketidaktahuan maka lenyap pula bentukan-bentukan kehendak; dengan lenyapnya bentukan-bentukan kehendak, lenyap pula kesadaran; dengan lenyapnya kesadaran, lenyap pula nama-dan-bentuk; dengan lenyapnya nama-dan-bentuk, lenyap pula enam landasan indria; dengan lenyapnya enam landasan indria, lenyap pula kontak; dengan lenyapnya kontak, lenyap pula perasaan; dengan lenyapnya perasaan, lenyap pula ketagihan; dengan lenyapnya ketagihan, lenyap pula kemelekatan; dengan lenyapnya kemelekatan, lenyap pula penjelmaan; dengan lenyapnya penjelmaan, lenyap pula kelahiran; dengan lenyapnya kelahiran, lenyap pula penuaan-dan-kematian, kesedihan, ratapan, kesakitan, ketidak-senangan, dan keputus-asaan. Demikianlah lenyapnya keseluruhan kumpulan penderitaan ini.”

Ini adalah apa yang dibabarkan oleh Sang Bhagavā. Gembira, para bhikkhu itu senang mendengar ajaran Sang Bhagavā.

Sumber: https://legacy.suttacentral.net/id/sn12.1

Saṃyutta Nikāya 12

Connected Discourses on Causation

1. Dependent Origination

Thus have I heard. On one occasion the Blessed One was dwelling at Savatthī in Jeta’s Grove, Anathapiṇḍika’s Park. There the Blessed One addressed the bhikkhus thus: “Bhikkhus!”

“Venerable sir!” those bhikkhus replied. The Blessed One said this:

“Bhikkhus, I will teach you dependent origination. Listen to that and attend closely, I will speak.”–“Yes, venerable sir,” those bhikkhus replied. The Blessed One said this:

“And what, bhikkhus, is dependent origination? With ignorance as condition, volitional formations come to be; with volitional formations as condition, consciousness; with consciousness as condition, name-and-form; with name-and-form as condition, the six sense bases; with the six sense bases as condition, contact; with contact as condition, feeling; with feeling as condition, craving; with craving as condition, clinging; with clinging as condition, existence; with existence as condition, birth; with birth as condition, aging-and-death, sorrow, lamentation, pain, displeasure, and despair come to be. Such is the origin of this whole mass of suffering. This, bhikkhus, is called dependent origination.

“But with the remainderless fading away and cessation of ignorance comes cessation of volitional formations; with the cessation of volitional formations, cessation of consciousness; with the cessation of consciousness, cessation of name-and-form; with the cessation of name-and-form, cessation of the six sense bases; with the cessation of the six sense bases, cessation of contact; with the cessation of contact, cessation of feeling; with the cessation of feeling, cessation of craving; with the cessation of craving, cessation of clinging; with the cessation of clinging, cessation of existence; with the cessation of existence, cessation of birth; with the cessation of birth, aging-and-death, sorrow, lamentation, pain, displeasure, and despair cease. Such is the cessation of this whole mass of suffering.”

This is what the Blessed One said. Elated, those bhikkhus delighted in the Blessed One’s statement.

Source: https://legacy.suttacentral.net/en/sn12.1

aṃyutta Nikāya

12. Kelompok Khotbah tentang Penyebab

2. Analisis Kemunculan Bergantungan

Di Sāvatthī. “Para bhikkhu, Aku akan mengajarkan kepada kalian tentang kemunculan bergantungan dan Aku akan menganalisisnya untuk kalian. Dengarkanlah dan perhatikanlah, Aku akan berbicara.”

“Baik, Yang Mulia,” para bhikkhu itu menjawab. Sang Bhagavā berkata sebagai berikut:

“Dan apakah, para bhikkhu, kemunculan bergantungan? Dengan ketidaktahuan sebagai kondisi, bentukan-bentukan kehendak [muncul]; dengan bentukan-bentukan kehendak sebagai kondisi, kesadaran … seperti sutta sebelumnya … Demikianlah asal-mula dari keseluruhan kumpulan penderitaan ini.

“Dan apakah, para bhikkhu, penuaan-dan-kematian? Penuaan atas berbagai makhluk dalam berbagai golongan makhluk, bertambah tua, gigi tanggal, rambut memutih, kulit keriput, vitalitas menurun, indria-indria melemah: ini disebut penuaan. Meninggal-dunia-nya berbagai makhluk dari berbagai golongan makhluk, binasa, hancur, lenyap, mortalitas, kematian, berakhirnya waktu kehidupan, hancurnya kelompok-kelompok unsur kehidupan, terbaringnya jasad: ini disebut kematian. Demikianlah penuaan ini dan kematian ini bersama-sama disebut penuaan-dan-kematian.

“Dan apakah, para bhikkhu, kelahiran? Lahirnya berbagai makhluk menjadi berbagai golongan makhluk, terlahirkan, masuk [ke dalam rahim], produksi, terwujudnya kelompok-kelompok unsur kehidupan, perolehan landasan-landasan indria. Ini disebut kelahiran.

“Dan apakah, para bhikkhu, penjelmaan? Ada tiga jenis penjelmaan: penjelmaan di alam indria, penjelmaan di alam berbentuk, penjelmaan di alam tanpa bentuk. Ini disebut penjelmaan.

“Dan apakah, para bhikkhu, kemelekatan? Ada empat jenis kemelekatan: kemelekatan pada kenikmatan indria, kemelekatan pada pandangan-pandangan, kemelekatan pada aturan dan sumpah, kemelekatan pada doktrin diri. Ini disebut kemelekatan.

“Dan apakah, para bhikkhu, ketagihan? Ada enam kelompok ketagihan: ketagihan pada bentuk-bentuk, ketagihan pada suara-suara, ketagihan pada bau-bauan, ketagihan pada rasa kecapan, ketagihan pada objek-objek sentuhan, ketagihan pada fenomena pikiran. Ini disebut ketagihan.

“Dan apakah, para bhikkhu, perasaan? Ada enam kelompok perasaan ini: perasaan yang muncul dari kontak-mata, perasaan yang muncul dari kontak-telinga, perasaan yang muncul dari kontak-hidung, perasaan yang muncul dari kontak-lidah, perasaan yang muncul dari kontak-badan, perasaan yang muncul dari kontak-pikiran. Ini disebut perasaan.

“Dan apakah, para bhikkhu, kontak? Ada enam kelompok kontak: kontak-mata, kontak-telinga, kontak-hidung, kontak-lidah, kontak-badan, kontak-pikiran. Ini disebut kontak.

“Dan apakah, para bhikkhu, enam landasan indria? Landasan mata, landasan telinga, landasan hidung, landasan lidah, landasan badan, landasan pikiran. Ini disebut enam landasan indria.

“Dan apakah, para bhikkhu, nama-dan-bentuk? Perasaan, persepsi, kehendak, kontak, perhatian: ini disebut nama. Empat unsur utama dan bentuk yang diturunkan dari empat unsur utama: ini disebut bentuk. Demikianlah nama ini dan bentuk ini bersama-sama disebut nama-dan-bentuk.

“Dan apakah, para bhikkhu, kesadaran? Ada enam kelompok kesadaran: kesadaran-mata, kesadaran-telinga, kesadaran-hidung, kesadaran-lidah, kesadaran-badan, kesadaran-pikiran. Ini disebut kesadaran.

“Dan apakah, para bhikkhu, bentukan-bentukan kehendak? Ada tiga jenis bentukan kehendak: bentukan kehendak jasmani, bentukan kehendak ucapan, bentukan kehendak pikiran. Ini disebut bentukan kehendak.

“Dan apakah, para bhikkhu, ketidaktahuan? Tidak mengetahui penderitaan, tidak mengetahui asal-mula penderitaan, tidak mengetahui lenyapnya penderitaan, tidak mengetahui jalan menuju lenyapnya penderitaan. Ini disebut ketidaktahuan.

“Demikianlah, para bhikkhu, dengan ketidaktahuan sebagai kondisi, bentukan kehendak [muncul]; dengan bentukan kehendak sebagai kondisi, kesadaran … Demikianlah asal-mula dari keseluruhan kumpulan penderitaan ini. Tetapi dengan peluruhan tanpa sisa dan lenyapnya ketidaktahuan maka lenyap pula bentukan-bentukan kehendak; dengan lenyapnya bentukan-bentukan kehendak, lenyap pula kesadaran … Demikianlah lenyapnya keseluruhan kumpulan penderitaan ini.”

Sumber: https://legacy.suttacentral.net/id/sn12.2

 

Saṃyutta Nikāya 12

Connected Discourses on Causation

2. Analysis of Dependent Origination

At Savatthī. “Bhikkhus, I will teach you dependent origination and I will analyse it for you. Listen to that and attend closely, I will speak.”

“Yes, venerable sir,” those bhikkhus replied. The Blessed One said this:

“And what, bhikkhus, is dependent origination? With ignorance as condition, volitional formations come to be; with volitional formations, consciousness … as in preceding sutta … Such is the origin of this whole mass of suffering.

“And what, bhikkhus, is aging-and-death? The aging of the various beings in the various orders of beings, their growing old, brokenness of teeth, greyness of hair, wrinkling of skin, decline of vitality, degeneration of the faculties: this is called aging. The passing away of the various beings from the various orders of beings, their perishing, breakup, disappearance, mortality, death, completion of time, the breakup of the aggregates, the laying down of the carcass: this is called death. Thus this aging and this death are together called aging-and-death.

“And what, bhikkhus, is birth? The birth of the various beings into the various orders of beings, their being born, descent into the womb, production, the manifestation of the aggregates, the obtaining of the sense bases. This is called birth.

“And what, bhikkhus, is existence? There are these three kinds of existence: sense-sphere existence, form-sphere existence, formless-sphere existence. This is called existence.

“And what, bhikkhus, is clinging? There are these four kinds of clinging: clinging to sensual pleasures, clinging to views, clinging to rules and vows, clinging to a doctrine of self. This is called clinging.

“And what, bhikkhus, is craving? There are these six classes of craving: craving for forms, craving for sounds, craving for odours, craving for tastes, craving for tactile objects, craving for mental phenomena. This is called craving.

“And what, bhikkhus, is feeling? There are these six classes of feeling: feeling born of eye-contact, feeling born of ear-contact, feeling born of nose-contact, feeling born of tongue-contact, feeling born of body-contact, feeling born of mind-contact. This is called feeling.

“And what, bhikkhus, is contact? There are these six classes of contact: eye-contact, ear-contact, nose-contact, tongue-contact, body-contact, mind-contact. This is called contact.

“And what, bhikkhus, are the six sense bases? The eye base, the ear base, the nose base, the tongue base, the body base, the mind base. These are called the six sense bases.

“And what, bhikkhus, is name-and-form? Feeling, perception, volition, contact, attention: this is called name. The four great elements and the form derived from the four great elements: this is called form. Thus this name and this form are together called name-and-form.

“And what, bhikkhus, is consciousness? There are these six classes of consciousness: eye-consciousness, ear-consciousness, nose-consciousness, tongue-consciousness, body-consciousness, mind-consciousness. This is called consciousness.

“And what, bhikkhus, are the volitional formations? There are these three kinds of volitional formations: the bodily volitional formation, the verbal volitional formation, the mental volitional formation. These are called the volitional formations.

“And what, bhikkhus, is ignorance? Not knowing suffering, not knowing the origin of suffering, not knowing the cessation of suffering, not knowing the way leading to the cessation of suffering. This is called ignorance.

“Thus, bhikkhus, with ignorance as condition, volitional formations come to be; with volitional formations as condition, consciousness…. Such is the origin of this whole mass of suffering. But with the remainderless fading away and cessation of ignorance comes cessation of volitional formations; with the cessation of volitional formations, cessation of consciousness…. Such is the cessation of this whole mass of suffering.”

Source: https://legacy.suttacentral.net/en/sn12.2