Dharma is not a therapy ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

0
68

Dharma is not a therapy ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

It is such a mistake to assume that practicing dharma will help us calm down and lead an untroubled life; nothing could be further from the truth. Dharma is not a therapy. Quite the opposite, in fact; dharma is tailored specifically to turn your life upside down — it’s what you sign up for. So when your life goes pear-shaped, why do you complain? If you practice and your life fails to capsize, it is a sign that what you are doing is not working. This is what distinguishes the dharma from New Age methods involving auras, relationships, communication, well-being, the Inner Child, being one with the universe, and tree hugging. From the point of view of dharma, such interests are the toys of samsaric beings — toys that quickly bore us senseless.

 

Dharma bukanlah terapi ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

Adalah sebuah kesalahan untuk mengasumsikan bahwa mempraktekkan dharma akan membuat hidup kita tenang dan tidak ada masalah; Itu bukanlah gambaran kebenaran yang utuh. Dharma bukanlah terapi. Justru sebaliknya, sebenarnya, dharma dirancang secara khusus untuk membuat hidup Anda jungkir balik – Dharma seperti inilah yang akan Anda praktekkan. Jadi di saat hidup anda tidak bagus dan menyerupai bentuk buah pir, mengapa Anda mengeluh? Jika Anda berlatih dan kehidupan Anda ternyata tidak gagal, itu pertanda bahwa apa yang Anda praktekkan tidak berhasil. Inilah yang membedakan metode Dharma dari peradaban baru yang melibatkan aura, hubungan, komunikasi, kesejahteraan, Inner Child (“sosok anak kecil yang berada dalam diri kita”: merupakan istilah dalam psikologi modern), bersatu dengan alam semesta, dan berpelukan dengan pohon. Dari sudut pandang dharma, minat seperti itu adalah mainan makhluk samsara – mainan yang dengan cepat membuat kita menjadi bosan.

 

Dari buku Not for Happiness: A Guide to the So-Called Preliminary Practices