Essenceless ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

0
56

Essenceless ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

This is what the dharma practitioner needs to understand — that the whole of samsara, or nirvana, is as essenceless or untrue as that film. Until we see this, it will be very difficult for dharma to sink into our minds. We will always be carried away, seduced by the glory and beauty of this world, by all the apparent success and failure. However, once we see, even just for a second, that these appearances are not real, we will gain a certain confidence. This doesn’t mean that we have to rush off to Nepal or India and become a monk or nun. We can still keep our jobs, wear a suit and tie and go with our briefcase to the office every day. We can still fall in love, offer our loved one flowers, exchange rings. But somewhere inside there is something telling us that all this is essenceless.

source: http://www.lionsroar.com/life-as-cinema/

Tanpa inti ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

Inilah yang perlu dipahami oleh praktisi dharma – bahwa keseluruhan samsara, atau nirwana, sama – sama tanpa inti seperti film. Sebelum kita bisa melihat poin ini, akan sangat sulit bagi batin kita untuk menyelami dharma. Kita akan selalu terbawa, tertarik oleh kemuliaan dan keindahan dunia ini, semua kesuksesan dan kegagalan yang tampak jelas. Namun, begitu kita bisa melihat, bahkan walaupun hanya sesaat, bahwa penampakan tersebut tidaklah nyata, kita akan mendapatkan kepercayaan diri. Ini tidak berarti kita harus buru-buru ke Nepal atau India dan menjadi bhikkhu bhikkhuni. Kita masih bisa bekerja seperti biasanya, mengenakan jas dan dasi dan pergi membawa koper kita ke kantor setiap hari. Kita masih bisa jatuh cinta, memberikan bunga kepada orang yang kita cintai, tukar cincin. Tapi di lubuk hati kita, ada suara yang mengingatkan kita bahwa semua ini tidak penting.

Sumber: http://www.lionsroar.com/life-as-cinema/