Our fundamental problem ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

0
66

Our fundamental problem ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

Since our fundamental problem is distraction, its fundamental solution is to be mindful. There are an infinite number of methods for developing mindfulness that all fall into one of two categories: shamatha or vipashyana. The point of shamatha practice is to make mind malleable. But a pliant mind alone will not uproot samsara completely, we also need to see the truth, which is why vipashyana practice is so crucial.

Unfortunately, though, mindfulness is difficult, mostly because we lack the enthusiasm to develop it, but also because our habit of longing for distraction is both deeply ingrained and extremely tenacious. It is therefore vital for a dharma practitioner to develop renunciation mind and to recognise the defects of samsara, both of which lie at the core of the Buddhist approach to training the mind.

from the book Not for Happiness: A Guide to the So-Called Preliminary Practices

Masalah mendasar kita ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

Karena masalah mendasar kita adalah distraksi, solusi mendasarnya adalah perhatian penuh. Ada sejumlah metode untuk mengembangkan perhatian penuh dan semuanya itu termasuk dalam salah satu dari dua kategori: shamatha atau vipashyana. Inti praktik shamatha adalah membuat batin menjadi lebih lembut. Tapi batin yang lembut saja tidak akan bisa mencabut akar samsara sepenuhnya, kita juga perlu melihat kebenaran, karena itulah latihan vipashyana sangat penting.

Sayangnya, perhatian penuh itu sulit, dikarenakan kita kurang antusias untuk mengembangkannya, ini juga dikarenakan kebiasaan kita yang merindukan distraksi yang juga telah tertanam sangat dalam dan sangat kuat. Oleh karena itu penting bagi praktisi dharma untuk menumbuhkan batin pelepasan dan mengenali cacat dari samsara, dimana keduanya merupakan inti pendekatan Buddhis untuk melatih batin.

Dari buku Not for Happiness: A Guide to the So-Called Preliminary Practices