Going beyond the “eight worldly dharmas” ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

0
101

Going beyond the “eight worldly dharmas” ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

We should really have this aspiration. We should pray that one day we reach a stage where we have enough courage to become just like these eccentric people. Right now, we can only afford to be slightly nonconformist. A little bit of craziness is okay. It’s kind of character building activity. But we are very scared of going beyond that! We would be outcast and all that.

So we should pray that someday, we really become crazy. Not in the sense of becoming something like a lunatic from one of these asylums. The craziness we are referring to means going beyond the “eight worldly dharmas”; truly not caring whether you are being praised or criticized is the ultimate craziness. From the mundane, worldly point of view, whenever you are praised, you are supposed to be happy; when you are criticized, you are supposed to be unhappy. However, the sublime beings are not moved – that’s why we think they are crazy. This is what you have to aim for.

Don’t do this right now, because it will backfire on you! Just aspire. If you tried doing this now, it would not only fail to help your practice it would also upset others. So continue In a way that any decent human being would want you to behave. But at the same time, let this alarm continuously sound in your head: “All of this is useless.”

quoted in the book Entrance To The Great Perfection: A Guide To The Dzogchen Preliminary Practices

Melampaui “delapan reaksi duniawi” ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

Kita harus benar-benar memiliki aspirasi ini. Kita harus berdoa supaya pada suatu hari kita dapat mencapai tahap dimana kita memiliki cukup keberanian untuk menjadi seperti orang-orang eksentrik. Saat ini, kita hanya bisa sedikit tidak berkompromi. Sedikit gila tidak apa-apa. Ini seperti aktifitas membangun karakter. Tapi kita sangat takut untuk melampaui itu! Kita takut akan diusir dari masyarakat.

Jadi kita harus berdoa semoga suatu hari nanti, kita benar-benar menjadi gila. Tidak dalam arti menjadi seperti orang gila dari salah satu rumah sakit jiwa. Kegilaan yang kita maksud berarti melampaui “delapan reaksi duniawi”; Benar-benar tidak peduli apakah Anda dipuji atau dikritik adalah kegilaan yang ultimit. Dari sudut pandang duniawi, kapanpun Anda dipuji, Anda seharusnya bahagia; Saat Anda dikritik, Anda seharusnya tidak bahagia. Namun, makhluk makhluk agung tidak tergerak oleh pujian dan kritikan – karena itulah kita pikir mereka gila. Inilah yang harus Anda usahakan.

Jangan lakukan ini sekarang, karena akan berbalik menjadi bumerang pada Anda! Jika Anda mencoba melakukan ini sekarang, hal tersebut  tidak akan membantu latihan Anda, dan akan membuat orang lain kesal juga. Jadi teruskan berperilaku seperti yang diharapkan setiap manusia pada umumnya. Tapi pada saat bersamaan, biarkan alarm ini terus berdering di kepala Anda: “Semua ini tidak ada gunanya.”

Dikutip dalam buku Entrance To The Great Perfection: A Guide To The Dzogchen Preliminary Practices