The guru is the display of our buddhanature ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

0
60

The guru is the display of our buddhanature ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

There are many different methods for recognizing the Buddha within. Of these, the quickest and easiest is to receive the blessings of the guru. This is why guru devotion is necessary.

For example, you may be having a nightmare about monsters. But then suddenly, somebody throws a bucket of cold water over you and you wake up. The cold water doesn’t really make the monsters disappear, because there were no monsters in the first place. It was just a dream. But on the other hand, when you are having a nightmare, your sufferings are real, and the person who throws the bucket of water over you is indeed very kind and special. If you have a lot of merit you are able to meet such a person, a person who can throw the water. On the other hand, if you don’t have merit, you may never wake up from the nightmare.

The guru lineage originates with someone called Vajradhara or Samantabhadra. Our masters tell us that he is our own mind, the nature of our own mind. This means that when we trace back through the lineage, we actually end up with our own minds, the essence of ourselves. The guru is not some kind of almighty sponsor that we have to worship or obey. The most important thing to understand is that the guru is the display of our buddhanature.
source: http://www.lionsroar.com/approaching-the-guru/

 

Guru adalah cerminan dari hakikat kebuddhaan kita ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

Ada berbagai macam metode untuk mengenali Buddha di dalam diri kita. Dari semua metode yang ada, yang tercepat dan termudah adalah menerima berkah dari guru. Inilah sebabnya mengapa devosi terhadap guru itu perlu.

 Misalnya, Anda mungkin mengalami mimpi buruk tentang monster. Tapi kemudian tiba-tiba, seseorang menyiram seember air dingin ke atas Anda dan Anda terbangun. Air dingin itu tidak benar-benar membuat monster hilang, karena dari awal memang tidak ada monster. Itu hanya sebuah mimpi. Tapi di sisi lain, saat Anda mengalami mimpi buruk, penderitaan Anda seperti nyata, dan orang yang melempar ember air ke arah Anda sebenarnya sangat baik dan istimewa. Jika Anda memiliki banyak jasa kebajikan, Anda bisa bertemu dengan orang seperti itu, seseorang yang bisa menyiramkan air. Di sisi lain, jika Anda tidak memiliki jasa kebajikan, Anda mungkin tidak akan terbangun dari mimpi buruk.

 Garis silsilah guru berasal dari seseorang bernama Vajradhara atau Samantabhadra. Master kita mengatakan bahwa Vajradhara atau Samatabhadra adalah batin kita sendiri, hakikat pikiran kita sendiri. Ini berarti bahwa ketika kita menelusuri kembali garis silsilah, kita benar-benar berakhir pada batin kita sendiri, esensi diri kita sendiri. Guru bukanlah semacam sponsor maha kuasa yang harus kita sembah atau taati. Yang paling penting untuk dipahami adalah bahwa guru adalah cerminan dari hakikat kebuddhaan kita.

Sumber: http://www.lionsroar.com/approaching-the-guru/