Gurus Don’t Fish for Devotion ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

0
35

Gurus Don’t Fish for Devotion ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

Most Vajrayana students are convinced they have boundless devotion for their guru, but in reality what they feel is more like admiration, in the same way they might admire a political candidate whose ethical and moral standing reassures them.

Not only is that not devotion, it’s actually quite dangerous. If the politician ignores you or does something slightly unsavory, even just once, the next chance you get, you will probably not vote for him. Likewise, if the guru at some point ceases to reassure you, you will want to switch gurus. This fickleness is what keeps politicians on a continuous campaign trail, trying to prove their worth and distributing freebies to make people feel special. No guru should have to campaign in order to fish out devotion from a student.

Some admiration may come naturally at the beginning of a guru-disciple relationship, but how do you get beyond merely liking the guru to true devotion? You can start by checking your motivation. Forget about enlightening all sentient beings; you should be following the guru because, at the very least, you’re seeking your own enlightenment. Yet many people approach the guru with a less straightforward motivation.

from the book The Guru Drinks Bourbon?

Gurus tidak memancing untuk devosi ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

Sebagian besar siswa Vajrayana yakin bahwa mereka memiliki devosi yang tak terbatas untuk guru mereka, namun kenyataannya perasaan itu menyerupai perasaan mengagumi, seperti mereka mungkin mengagumi kandidat politik yang memiliki etika dan moral yang meyakinkan mereka.

Itu bukanlah devosi, dan sebenarnya cukup berbahaya. Jika politisi itu mengabaikan Anda atau melakukan sesuatu yang sedikit tidak menyenangkan, bahkan sekali saja, kesempatan berikutnya Anda dapatkan, Anda mungkin tidak akan memilihnya. Demikian juga, jika dalam beberapa hal, guru berhenti meyakinkan Anda, Anda mungkin ingin mengganti guru. Sifat Plin -plan inilah yang membuat politisi terus mengkampanyekan diri mereka, mencoba membuktikan nilai dan mendistribusikan barang gratis untuk membuat orang merasa spesial. Tidak ada guru yang harus berkampanye untuk memancing devosi dari seorang siswa.

Beberapa kekaguman mungkin terjadi secara alami pada awal hubungan guru-murid, tapi bagaimana caranya Anda melampaui “hanya menyukai sang guru” ke devosi yang sejati? Anda bisa mulai dengan memeriksa motivasi Anda. Lupakan tentang mencerahkan semua makhluk hidup; Anda harus mengikuti guru karena, setidaknya, Anda mencari pencerahan Anda sendiri. Namun banyak orang mendekati guru dengan motivasi yang kurang jelas.

Dari buku The Guru Drinks Bourbon?