Both happiness and unhappiness are unsatisfactory ~ Ajahn Chah

0
128
In the Dead of Night... by Ajahn Chah
In the Dead of Night... by Ajahn Chah

Both happiness and unhappiness are unsatisfactory ~ Ajahn Chah

 The Buddha knew that because both happiness and unhappiness are unsatisfactory, they have the same value. When happiness arose he let it go. He had right practice, seeing that both these things have equal values and drawbacks. They come under the Law of Dhamma, that is, they are unstable and unsatisfactory. Once born, they die. When he saw this, right view arose, the right way of practice became clear. No matter what sort of feeling or thinking arose in his mind, he knew it as simply the continuous play of happiness and unhappiness. He didn’t cling to them.
source: http://www.ajahnchah.org/book/Peace_Beyond1.php

 

Kebahagiaan dan ketidakbahagiaan keduanya tidak memuaskan ~ Ajahn Chah

Sang Buddha tahu bahwa karena kebahagiaan dan ketidakbahagiaan tidak memuaskan, mereka memiliki nilai yang sama. Saat kebahagiaan muncul, seseorang melepaskannya. Dia yang memiliki praktik yang benar, melihat bahwa kedua hal ini memiliki kelebihan dan kekurangan yang sama. Mereka terjadi di karenakan Hukum Dhamma, artinya mereka tidak stabil dan tidak memuaskan. Begitu lahir, mereka akan mati. Ketika melihat ini, pandangan benar muncul, cara berlatih yang benar menjadi jelas. Tidak peduli perasaan atau pemikiran macam apa yang muncul dalam batinnya, dia mengetahuinya itu hanyalah permainan kebahagiaan dan ketidakbahagiaan yang terus-menerus. Dia tidak melekat pada kondisi tersebut.

 

Sumber: http://www.ajahnchah.org/book/Peace_Beyond1.php