Lagu ke 12 ~ Milarepa

0
59
Milarepa
Milarepa

Lagu ke 12 ~ Milarepa

12

“This is indeed very helpful to my mind,” commented the physician, “but please preach still further for me on the truth of Karma and the suffering of birth, old age, illness and death, thus enabling me to gain a deeper conviction in Buddhadharma.” In response, the Jetsun sang:

Please listen to these words,
Dear friends here assembled.

When you are young and vigorous
You ne’er think of old age coming,
But it approaches slow and sure
Like a seed growing underground.

When you are strong and healthy
You ne’er think of sickness coming,
But it descends with sudden force
Like a stroke of lightning.

When involved in worldly things
You ne’er think of death’s approach
Quick it comes like thunder
Crashing ’round your head.

Sickness, old age and death
Ever meet each other
As do hands and mouth.
Waiting for his prey in ambush,
Yama [14] is ready for his victim,
When disaster catches him.

Sparrows fly in single file. Like them,
Life, Death and Bardo follow one another.
Never apart from you
Are these three ’visitors’.
Thus thinking, fear you not
Your sinful deeds?

Like strong arrows in ambush waiting,
Rebirth in Hell, as Hungry Ghost, or Beast
Is (the destiny) waiting to catch you.
If once into their traps you fall,
Hard will you find it to escape.

Do you not fear the miseries
You experienced in the past?
Surely you will feel much pain
If misfortunes attack you?
The woes of life succeed one another
Like the sea’s incessant waves
One has barely passed, before
The next one takes its place.
Until you are liberated, pain
and pleasure come and go at random
Like passers-by encountered in the street.

Pleasures are precarious,
Like bathing in the sun;
Transient, too, as snowstorms
Which come without warning.
Remembering these things,
Why not practise the Dharma?

(pp. 634–635)

12

“Ini memang sangat membantu batin saya,” komentar dokter tersebut, “tapi mohon berkhotbah lebih jauh untuk saya tentang kebenaran Karma dan penderitaan karena kelahiran, usia tua, penyakit dan kematian, yang memungkinkan saya untuk mendapatkan keyakinan yang lebih dalam terhadap Buddhadharma.

“Sebagai tanggapan, Jetsun bernyanyi:

Tolong dengarkan kata-kata ini,
Hai Teman-teman terkasih yang berkumpul disini.

Ketika Anda masih muda dan kuat
Anda tidak pernah memikirkan usia tua menghampirimu,
Tapi usia tua akan mendekatipun dengan lambat dan pasti
Seperti bibit yang tumbuh di bawah tanah.

Ketika Anda masih kuat dan sehat
Anda tidak pernah memikirkan penyakit menghantammu,
Dan penyakit itu menghantammu dengan kekuatan yang mendadak
bagaikan sambaran petir.

Saat terlibat dalam hal-hal duniawi
Anda tidak pernah berpikir kematian akan mendekatimu
Kematian datang dengan Cepat bagaikan guntur
Menerjang ‘kepala Anda.

Sakit, usia tua dan kematian
Pernah bertemu satu sama lain
Seperti tangan dan mulut.
Bersembunyi menunggu untuk menyergap mangsanya,
Yama [14] siap untuk menjemput korbannya,
Saat bencana menimpanya.

Burung gereja terbang dalam satu rombongan. Seperti mereka,
Hidup, Kematian dan Bardo mengikuti satu sama lain.
tiga ‘pengunjung’ ini
Tidak pernah terpisah dari kamu.
Oleh karena itu renungkanlah, Tidakkah kamu
takut dengan perbuatan jahatmu?

Seperti panah yang kuat menunggu di penyergapan,
Kelahiran Kembali di Neraka, sebagai setan kelaparan, atau Binatang
(takdir) menunggu untuk menangkapmu?
Jika Anda jatuh sekali saja ke dalam perangkap mereka,
Anda akan sulit untuk meloloskan diri.

Apakah kamu tidak takut pada kesengsaraan
yang pernah anda alami di masa lalu?
Tentunya Anda akan merasa sangat kesakitan
Jika kemalangan menyerangmu?
Kesengsaraan kehidupan selalu berhasil berkelanjutan
Seperti ombak laut yang tak henti-hentinya
Ombak yang baru saja lewat, sebelumnya
Ombak berikutnya telah datang mengisi tempat ombak yang pertama.
Sebelum anda mencapai Pembebasan, penderitaan
Dan kesenangan datang dan pergi secara acak
Seperti orang – orang yang berpapasan di jalanan.

Kesenangan itu tidak pasti,
Seperti mandi di bawah sinar matahari;
Bersifat Sementara juga, bagaikan badai salju
Yang datang tanpa peringatan.
Mengingat hal-hal ini,
Mengapa tidak mempraktikkan Dharma?

(Hlm. 634-635)