Lagu ke 16 ~ Milarepa

0
101
Milarepa
Milarepa

Lagu ke 16 ~ Milarepa

16

Shiwa Aui, a leading disciple of Milarepa, once asked his Master, when the latter was nearing the end of his life: “Please tell us what are the joys and miseries that sentient beings experience in the Six Realms? Especially, please tell us what are the pleasures devas enjoy?” The Jetsun replied: Do not be fascinated by the pleasures of heavenly beings; they also have miseries—like this:

The pleasures enjoyed by men and devas
Are like the amusements of the Heavenly Yak: [16]
It may low like thunder
But what good can it do?

(Swooning in a state of trance),
The devas in the four Formless Heavens [17]
Cannot distinguish good from evil.
Because their minds are dull and callous,
Insensible, they have no feeling.
In unconscious stupefaction,

They live many kalpas in a second.
What a pity that they know it not!
Alas, these heavenly births
Have neither sense nor value.
When they think vicious thoughts
They start to fall again.
As to the reason for their fall
(Scholars), with empty words,
Have dried their mouths in explanations.

In the Heavens of Form, [18]
The devas of the five higher and twelve lower realms
Can only live until their merits are exhausted.
Their virtues are essentially conditional,
And their Karma basically Samsaric.

Those Dharma-practisers subject to worldly desires,
And those ’great yogis’ wrapped in stillness,
Have yet to purify their minds;
Huge may be their claims and boasts,
But habitual thought-seeds
In their minds are deeply rooted.
After a long dormant time,
Evil thoughts again will rise.
When their merits and fortunes are consumed;
They to the Lower Realms [19] will go once more!

If I explain the horror of a deva’s death,
You will be disheartened and perplexed.
Bear this in your mind and ever meditate!

(p. 663)

16

 

Shiwa Aui, murid terkemuka Milarepa, pernah bertanya kepada Gurunya, saat yang terakhir mendekati akhir hayatnya: “Tolong beritahu kami apa kesenangan dan kesengsaraan yang dialami makhluk hidup di Enam Alam? Terutama, tolong beritahu kami apa kesenangan yang dinikmati para dewa? ”

 

Jetsun menjawab: Jangan terpesona oleh kesenangan makhluk surgawi; Mereka juga memiliki kesengsaraan-seperti ini:

 

Kesenangan dinikmati oleh para dewa – dewi
Adalah seperti hiburan bagi Yak Surgawi: [16]
Duraasinya sependek durasi terjadinya guntur
Tapi apa gunanya?

 

(Mendengkur dalam keadaan tidak sadar diri),
Dewa-dewa di empat Surga tak berbentuk [17]
Tidak bisa membedakan yang baik dari yang jahat.
Karena batin mereka tumpul dan tidak berperasaan,
Seperti pingsan, mereka tidak memiliki perasaan.
Dalam keadaan tak sadarkan diri,

 

Mereka hidup selama banyak kalpa dalam sedetik.
Sayang sekali mereka tidak mengetahuinya!
Sayangnya, kelahiran surgawi ini
Tidak memiliki arti atau nilai.
Saat mereka punya pemikiran jahat
Mereka mulai jatuh lagi.
Alasan kejatuhan mereka adalah
Seperti penjelasan dari (Sarjana / Buddhis Terpelajar) dengan kata-kata kosong,
Mereka menjelaskan sampai mulut mereka mengering.

 

Di Surga Bentuk, [18]
Dewa dari lima alam yang lebih tinggi dan dua belas alam yang lebih rendah
Hanya bisa hidup sampai jasa kebajikan mereka habis.
Kebajikan mereka pada dasarnya bersifat kondisional,
Dan Karma mereka pada dasarnya Samsarik.

 

Praktisi Dharma yang tunduk pada keinginan duniawi,
Dan ‘yogi besar’ itu terbungkus dalam keheningan,
Belum memurnikan pikiran mereka;
Kemungkinan besar membesar – besarkan klaim dan menyombongkan diri mereka,
Tapi benih kebiasaan pemikiran
Dalam batin mereka berakar kuat.
Setelah lama tertidur,
Pemikiran jahat kembali muncul.
Ketika jasa kebajikan dan keberuntungan telah habis dikonsumsi;
Mereka akan terlahir kembali ke alam yang lebih rendah [19] sekali lagi!

 

Jika saya menjelaskan kengerian kematian seorang deva,
Anda akan berkecil hati dan bingung.
Ingatlah ini di dalam batin Anda dan bermeditasi!
(halaman 663)

 

Note:

 

  1. Seekor lembu legendaris yang tinggal di Surga.
  2. Diperoleh oleh praktik empat jhana tanpa bentuk: ruang tak terhingga, kesadaran, kekosongan, dan bukan-persepsi maupun bukan bukan-persepsi.
  3. Didapat dari latihan dari empat rupa jhana.
  4. Dari Titans (asura), Setan kelaparan (Peta), Hewan, dan Neraka.