Maintaining a strong grip on the habits ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

0
97

Maintaining a strong grip on the habits ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

Millions of people in this world are interested in some version of meditation, or yoga, or one of the many so-called spiritual activities that are now so widely marketed. A closer look at why people engage in these practices reveals an aim that has little to do with liberation from delusion, and everything do to with their desperation to escape busy, unhappy lives, and heartfelt longing for a healthy, stress-free, happy life. All of which are romantic illusions. So, where do we find the roots of these illusions? Mainly in our habitual patterns and their related actions. Of course, no one of sound mind imagines any of us would willingly live an illusion. But we are contrary beings, and even though we are convinced we would shun a life built on self-deception, we continue to maintain a strong grip on the habits that are the cause of countless delusions.

from the book Not for Happiness: A Guide to the So-Called Preliminary Practices

Mempertahankan cengkeraman yang kuat pada kebiasaan ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

Jutaan orang di dunia ini tertarik pada beberapa versi meditasi, atau yoga, atau salah satu dari sekian banyak kegiatan spiritual saat ini yang begitu banyak dipasarkan. Begitu kita melihat lebih dekat lagi mengapa orang-orang terlibat dalam praktek seperti ini telah menyingkap tabir bahwa itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan pembebasan dari delusi, dan semua ini terjadi dikarenakan keputusasaan mereka untuk melarikan diri dari kehidupan yang sibuk dan tidak bahagia, dan kerinduan yang mendalam akan hidup yang sehat, bebas stres, dan bahagia. . Semua itu adalah ilusi yang romantis. Jadi, dimana kita menemukan akar ilusi ini? Itu terjadi Terutama dikarenakan pola kebiasaan kita dan perbuatan yang berhubungan pola kebiasaan kita. Tentu saja tidak terlintas dikepala kita bahwa kita rela hidup dalam ilusi. Tapi kita adalah makhluk yang kontradiktif, meskipun kita yakin kita mau menghindari sebuah kehidupan yang dibangun dari menipu diri sendiri, kita terus mempertahankan cengkeraman yang kuat pada kebiasaan yang menjadi penyebab munculnya delusi yang tak terhingga.

Dari buku Not for Happiness: A Guide to the So-Called Preliminary Practices