We must also practice it ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

0
82

We must also practice it ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

Maitreya said that to hear the dharma is to open the door to liberation, and many students imagine that study in the form of hearing and contemplating the dharma will suffice as a dharma practice. It’s true that for those on the threshold of spiritual practice, to listen to and to read dharma is extremely rewarding – and an activity that should not be entirely abandoned by more seasoned dharma practitioners – but words are abstractions that rely wholly on centuries-old assumptions, making the language we are forced to use obscure and vague. Ultimately, merely to hear and think about dharma is not enough; we must also practice it. So, hearing, contemplating and meditating on dharma are all vital to our spiritual path, with meditation lying at its very core.

from the book Not for Happiness: A Guide to the So-Called Preliminary Practices

 

Kita juga harus mempraktekkannya ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

Maitreya mengatakan bahwa mendengarkan dharma bertujuan untuk membuka pintu pembebasan, dan banyak siswa membayangkan bahwa belajar dalam bentuk mendengarkan dan merenungkan dharma sudah cukup dikatakan sebagai praktek dharma. Memang benar bahwa bagi mereka yang berada di ambang latihan spiritual, mendengarkan dan membaca dharma sangat bermanfaat – dan merupakan sebuah aktivitas yang tidak boleh sepenuhnya ditinggalkan oleh praktisi dharma yang lebih berpengalaman – namun kata-kata adalah konsep – konsep yang sepenuhnya bergantung pada asumsi yang sudah berabad-abad, sehingga membuat bahasa yang digunakan menjadi kabur dan tidak jelas. Secara ultimit, hanya dengan mendengar dan memikirkan dharma tidaklah cukup; Kita juga harus mempraktekkannya. Jadi, mendengar, merenungkan dan memeditasikan dharma sangat penting bagi jalur spiritual kita, dengan meditasi sebagai intinya.

 

Dari buku Not for Happiness: A Guide to the So-Called Preliminary Practices