Never opt for the easy way out ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

0
78

Never opt for the easy way out ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

Doing prostrations, letting go of comforts, and going against principles all aim at the same result: dismantling the perfectly engineered machine of illusion.

All these methods work. Don’t get fixated on the idea that all Vajrayana students who aspire to raze the walls of duality must follow the Tibetan tradition of doing one hundred thousand prostrations. That would be like thinking that every driver must drink a cup of coffee before they get in the car. Then again, if you avoid doing prostrations because you think they are just for Tibetans or because the very idea of lying down and standing up one hundred thousands times exhausts you, you are deceiving yourself. In that case, you shouldn’t do one hundred thousand prostrations – you should do two hundred thousand.

Never opt for the easy way out. Be ruthless toward the desires of mind.

from the book The Guru Drinks Bourbon?

Jangan pernah memilih jalan keluar yang mudah ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

Melakukan sujud / namaskara, melepaskan kenyamanan, dan melawan semua prinsip-prinsip, itu semuanya mempunyai hasil yang sama yaitu: membongkar mesin ilusi dalam diri kita.

Semua metode yang ada bisa berhasil membongkar ilusi – ilusi. Jangan terpaku pada gagasan bahwa semua siswa Vajrayana yang bercita-cita meruntuhkan dinding dualitas, harus mengikuti tradisi Tibet dalam melakukan seribu namaskara. Itu seperti berpikir bahwa setiap pengemudi harus minum secangkir kopi sebelum mereka mulai menyetir. Kemudian, jika Anda menghindari melakukan namaskara karena Anda pikir namaskara hanya untuk orang Tibet atau karena gagasan untuk berbaring dan berdiri seratus ribu kali membuat Anda lelah, Anda menipu diri sendiri. Jika anda berpikir demikian, Anda seharusnya tidak melakukan seribu namaskara – tetapi sebaliknya Anda harus melakukan dua ratus ribu.

Jangan pernah memilih jalan keluar yang mudah. Bersikaplah kejam terhadap batin yang punya banyak nafsu keinginan.

Dari buku The Guru Drinks Bourbon?