To reject your aggression is a weakness ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

0
79

To reject your aggression is a weakness ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

As a Buddhist, you have been taught that aggression is generally considered to be a negative emotion. Therefore your immediate reaction to any aggressive tendency or thought that arises in your mind will be to reject it. And you reject it because you are in love with your “self,” which makes you an egoist. As an egoist, you do not want aggressive feelings or jealousy or any of the other negative emotions to spoil your chances of becoming renowned as a “good” Buddhist. Yet according to the greater view offered by the bodhisattvayana, to reject your aggression is a weakness. To reject the bad and only accept the good shows that you are still stained by the clinging to self that we call “ego.” Instead, when a bodhisattvayana practitioner notices his/her aggressive emotions, he/she should think, “Aggression is really bad! But I am not the only one who suffers from it — all sentient beings do! So, may I take on the aggression, jealousy and pride of all sentient beings.” From a relative point of view, what happens when you take on the pens when you take on the suffering of others in this way? Fundamentally, you go against the wishes of your ego. So, if your ego wants to be the holiest and most sublime of all beings so it can boast it has no desire or jealousy, this is exactly the practice you need to do to oppose and resist it. By continually applying it, the ego becomes smaller and smaller until finally it has nowhere to live.

from the book Not for Happiness: A Guide to the So-Called Preliminary Practices

Menolak agresif Anda adalah kelemahan ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

Sebagai seorang Buddhis, Anda telah diajari bahwa agresif pada umumnya dianggap sebagai emosi negatif. Oleh karena itu reaksi langsung Anda terhadap kecenderungan agresif atau pemikiran yang muncul dalam batin Anda adalah  menolaknya. Dan Anda menolaknya karena Anda jatuh cinta dengan “diri” Anda, dan itu membuat Anda egois. Sebagai seorang yang egois, Anda tidak ingin perasaan agresif atau kecemburuan atau emosi negatif lainnya untuk merusak kesempatan Anda untuk menjadi seorang Buddhis “baik” yang terkenal. Namun menurut pandangan yang lebih luas yang ditawarkan oleh bodhisattvayana (jalur bodhisatva), untuk menolak agresif Anda adalah kelemahan. Menolak yang buruk dan hanya menerima yang baik menandakan bahwa Anda masih punya noda kemelekatan pada diri sendiri yang kita sebut “ego.” Sebaliknya, ketika seorang praktisi bodhisattvayana mengetahui emosi agresifnya, dia harus berpikir, “Agresif benar-benar buruk! Tapi saya bukan satu-satunya yang menderita dari sifat agresif – semua makhluk hidup pun bersifat agresif ! Jadi, Semoga sifat agresif saya mewakili sifat agresif, kecemburuan dan kesombongan semua makhluk hidup. “Dari sudut pandang relatif, apa yang terjadi ketika anda mewakili penderitaan orang lain dengan cara ini? Pada dasarnya, Anda melawan keinginan ego Anda. Jadi, jika ego Anda ingin menjadi yang paling suci dan paling agung dari semua makhluk sehingga anda bisa pamer bahwa anda tidak memiliki nafsu keinginan atau kecemburuan, inilah praktik yang harus Anda lakukan untuk melawan dan menolaknya. Dengan terus menerapkan hal tersebut, ego menjadi lebih kecil dan lebih kecil lagi sampai akhirnya ego tidak memiliki tempat tinggal di diri anda.

Dari buku Not for Happiness: Panduan untuk Praktik Awal yang Dipanggil