Right here is the place to meditate ~ Ajahn Chah

0
93
Ajahn Chah

Right here is the place to meditate ~ Ajahn Chah

The Buddha told us to meditate. This practice of meditation is very important. Merely to know with the intellect is not enough. The knowledge which arises from practice with a peaceful mind and the knowledge which comes from study are really far apart. The knowledge which comes from study is not real knowledge of our mind. The mind tries to hold onto and keep this knowledge. Why do we try to keep it? Just to lose it! And then when it’s lost we cry.

If we really know, then there’s letting go, leaving things be. We know how things are and don’t forget ourselves. If it happens that we are sick we don’t get lost in that. Some people think, ‘This year I was sick the whole time, I couldn’t meditate at all.’ These are the words of a really foolish person. Someone who’s sick or dying should really be diligent in his practice. One may say he doesn’t have time to meditate. He’s sick, he’s suffering, he doesn’t trust his body, and so he feels that he can’t meditate. If we think like this then things are difficult. The Buddha didn’t teach like that. He said that right here is the place to meditate. When we’re sick or almost dying that’s when we can really know and see reality.
source: http://www.ajahnchah.org/book/Peace_Beyond1.php

 

Di sinilah tempat untuk bermeditasi ~ Ajahn Chah

Sang Buddha menyuruh kita untuk bermeditasi. Praktek meditasi ini sangat penting. Hanya mengetahui secara intelek saja tidak cukup. Pengetahuan yang timbul dari latihan dengan batin yang damai dan pengetahuan yang datang dari belajar benar-benar beda sekali. Pengetahuan yang berasal dari belajar bukanlah pengetahuan yang sebenarnya dari batin kita. Batin mencoba memegang dan menyimpan pengetahuan ini. Mengapa kita mencoba untuk menyimpannya? Hanya untuk kehilangan pengetahuan tersebut! Dan kemudian saat hilang kita menangis.

Jika kita benar-benar tahu, maka ada mentalitas pelepasan, membiarkan semuanya terjadi sebagaimana apa adanya. Kita tahu sebagaimana apa adanya dan kita jangan melupakan diri sendiri. Jika kebetulan kita sakit kita tidak tersesat dalam rasa sakit. Beberapa orang berpikir, ‘Tahun ini saya sakit sepanjang waktu, saya sama sekali tidak bisa bermeditasi.’ Inilah kata-kata orang yang benar-benar bodoh. Seseorang yang sakit atau sekarat harus benar-benar rajin dalam latihannya. Orang mungkin mengatakan bahwa dia tidak punya waktu untuk bermeditasi. Dia sakit, dia menderita, dia tidak mempercayai tubuhnya, jadi dia merasa tidak bisa bermeditasi. Jika kita berpikir seperti ini maka keadaan menjadi sulit. Sang Buddha tidak mengajar seperti itu. Dia mengatakan bahwa di sinilah tempat bermeditasi. Saat kita sakit atau hampir sekarat itulah saatnya bagi kita untuk benar-benar bisa mengetahui dan melihat realita.

 

Sumber: http://www.ajahnchah.org/book/Peace_Beyond1.php