Saddharma Pundarika Sutra (Terjemahan Indonesia) Bab II

0
208
Lotus Sutra

Saddharma Pundarika Sutra (Terjemahan Indonesia) Bab II

Lotus Sutra

BAB II – UPAYA KAUSALYA
Sumber: “The Lotus Sutra” By Soothill And Kern
Diterjemahkan oleh Giriputra Soemarsono dan Drs.Oka Diputhera
Terbitan: Departemen Agama Republik Indonesia

Pada saat itu Sang Buddha menyapa Sang Sariputra, setelah Beliau bangkit dari perenunganNya dengan tenang dan damai: “Kebijaksanaan para Buddha sangat dalam dan tak terbatas. Latihan kebijaksanaan mereka sungguh sulit untuk dimengerti dan ditembusi sehingga para sravaka dan pratyekabuddha tidak mampu memahaminya. Karena betapapun juga para Buddha itu telah bersahabat dengan ratusan ribu koti yang tak terhitung dari para Buddha yang telah dengan sempurna melaksanakan Hukum Agung dari para Buddha, dan yang dengan berani serta penuh semangat telah bergerak maju yang membuat kemashuran mereka menggema keseluruh semesta alam. Mereka telah menyempurnakan Hukum Agung yang belum pernah ada serta mengkhotbahkannya setiap mendapat kesempatan, yang artinya sangat sulit untuk dimengerti.
Wahai Sariputra ! semenjak Aku menjadi Buddha, telah Aku bentangkan dan ajarkan secara panjang lebar dengan berbagai cara dan perumpamaan yang tak terhitung lagi jumlahnya dan telah Aku bimbing para umat agar mereka terlepas dari segala belenggu. Betapapun juga, keluhuran dan kebijaksanaan paramita dari Sang Tathagata semuanya tiada cela.
Wahai Sariputra ! Kebijaksanaan Sang Tathagata sungguh luas dan agung, begitu dalam dan diluar jangkauan daya pikiran, jiwanya tiada bertepi, ajaranNya tiada terhalangi, kekuasaanNya, keberanianNya, meditasiNya, penyelamatanNya, dan perenunganNya, semuanya telah membuat Beliau mampu memasuki alam yang tiada terbatas serta menyempurnakan segala Hukum Kesunyataan.
Wahai Sariputra ! Sang Tathagata mampu membedakan segala sesuatu, mengkhotbahkan semua hukum kesunyataan dengan sempurna, mampu mempergunakan kata-kata yang lembut serta mampu membangkitkan kegembiraan didalam hati setiap umat. Wahai Sariputra ! pada hakekatnya, Sang Buddha telah menyempurnakan semua Hukum Kesunyataan yang belum pernah dilaksanakan sebelumnya yang begitu dalam dan tak terbatas. Cukuplah wahai Sariputra !, tiada gunanya Aku berkata lebih jauh lagi, karena Hukum Kesunyataan yang telah disempurnakan oleh Sang Buddha adalah Hukum Utama yang belum pernah ada, dan sulit untuk dipahami. Hanya seorang Buddha dengan seorang Buddha saja yang mampu menyelami kenyataan dari segala perwujudan; yaitu segala perwujudan yang memiliki bentuk sedemikian rupa, memiliki sifat sedemikian rupa, memiliki pengejawantahan sedemikian rupa, memiliki sebab utama dan sebab sekunder yang sedemikian rupa serta memiliki dasar keseluruhan yang lengkap sedemikian rupa.”
Pada saat itu Sang Buddha yang berhasrat untuk memaklumkan ajaran ini sekali lagi, bersabdalah Beliau dengan syair :

“Betapa banyaknya pahlawan-pahlawan dunia

Yang mengabdi kepada para dewa dan manusia di alam ini

Sesungguhnya semua mahluk hidup,

Tiada seorangpun mampu mengetahui
Kekuatan dan keberanian Sang Buddha
Penyelamatan dan perenungan, Sang Buddha

Meskipun para Bodhisatva yang baru saja berprasetya

Yang telah memuliakan para Buddha yang tak terhitung

Yang telah menyelami segala makna dan hakekat

Yang mampu mengkhotbahkan Hukum dengan sempurna

Melimpah seperti padi dan jerami, bambu dan ilalang,

Memenuhi segala penjuru dunia dan semesta ini

Seandainya, dengan kebijaksanaan gaib yang berpadu dalam pikiran,

Selama berkalpa-kalpa yang jumlahnya seperti pasir sungai Gangga

Mereka semua bersama-sama merenungkan,

Merekapun tidak mampu memahami kebijaksanaan Sang Buddha
Meskipun para Bodhisatva yang telah mencapai kesempurnaan,
Yang banyaknya seperti pasir-pasir sungai Gangga

Dengan pikiran bersatu mereka menyelami bersama,

Namun mereka tidak akan mampu mengerti

Aku bersabda lagi kepada Sariputra;

“Hukum yang gaib dan tiada cela, dalam dan pelik
telah Aku peroleh seluruhnya.
Hanya Aku yang mengetahui kesunyataan-kesunyataan ini,
Begitupun para Buddha di alam semesta ini

Ketahuilah wahai Sariputra !

Ajaran-ajaran dari para Buddha tidaklah berbeda

Didalam hukum-hukum yang telah dikhotbahkan Sang Buddha

Engkau harus menaruh iman kepercayaan yang dalam
Karena sejauh itu setelah ajaran pertama dari Sang Buddha
Beliau harus mengumandangkan kebenaran yang sempurna.”

Aku menyapa seluruh para sravaka

Dan para pencari kendaraan kepratyekabuddhaan,

Mereka yang telah Aku selamatkan dari belenggu-belenggu kesengsaraan

Dan yang telah mencapai Nirvana;
“Sang Buddha senantiasa menggunakan kekuatan-kekuatan kebijaksanaannya,
Beliau menunjukkan Jalan Agung dengan ajaran tiga vahana,
Semua umat yang mempunyai berbagai ikatan,
Beliau bimbing agar mencapai kebebasan.”

Didalam persidangan agung itu terdapat para Sravaka dan para Arahat yang telah mencapai kesempurnaan, yaitu Sang Ajnata Kaundinya beserta yang lain-lainnya, yaitu Sang Ajnata Kaundinya beserta yang lain-lainnya yang berjumlah 1200 orang, para bhiksu, bhiksuni, upasaka, upasika yang telah berprasetya untuk menjadi Sravaka dan Pratekyabuddha, yang mereka semua ini berpikir demikian : “Mengapa sekarang ini Sang Buddha benar-benar memuji jalan yang bijaksana itu dengan begitu tulusnya dn mengutarakan kata-kata ini ; “Hukum yang telah diperoleh Sang Buddha sangat begitu dalamnya dan sulit untuk dimengerti. Apapun yang Beliau khotbahkan itu mempunyai makna yang sukar ditembus sehingga para Sravaka dn Pratekyabuddha tidak mampu untuk memahaminya.” Namun demikian Sang Buddha telah menyatakan bahwa hanya ada satu pembebesan yang tunggal dn kamipun setelah memperoleh Hukum ini dapat mencapai Nirvana. Tetapi kami sekarang tidak mengerti kearah mana prinsip ini menuju.”
Pada saat itu Sang Sariputra yang menyadari akan adanya keraguan di dalam hati keempat kelompok dan menyadari akan dirinya sendiri yang tidak memahami maksud itu, maka berkatalah Beliau kepada Sang Buddha ; ” Yang Maha Agung ! Apakah kiranya yang menjadi sebab serta alasan mengapa Hukum Kesunyataan yang begitu dalam dan pelik dari para Buddha yang dipuja dengan tulus sulit dipahami ? Dari dahulu hamba belum pernah mendengar khotbah semacam itu dari Sang Buddha. Pada saat ini keempat kelompok semuanya berada didalam keraguan hati, oleh karenanya berkenanlah kiranya Yang Maha Agung menjelaskan hal ini; mengapa Yang Maha Agung memuji dengan sedemikian tulus terhadap Hukum yang sangat begitu dalam serta pelik yang sulit untuk dimengerti ini?”
Kemudian Sang Sariputra yang ingin mengulangi maksud ini sekali lagi, berkatalah Beliau dengan syair:

“Duhai Mentari Kebijaksanaan ! Yang Maha Agung !

Sejauh ini Engkau telah mengkhotbahkan Hukum Kesunyataan ini,

Dan telah menyatakan bahwa Engkau telah mencapai

Kekuatan, keberanian dan perenungan,
Meditasi, kebebasan serta hukum-hukum
Yang sulit dimengerti oleh orang lain

Tentang hukum yang diperoleh pad Tahta Kebijaksanaan,

Tiada seorang pun yang mengajukan pertanyaan

Tanpa kami memohon Engkau sendiri telah bersabda

Dengan memuji jalan yang telah Engkau tempuh,

Bahwa KebijaksanaanMu yang sangat pelik

Yang telah diperoleh para Buddha, para Arahat,

Dan mereka yang sedang mencari Nirvana

Saat ini telah terjatuh kedalam jaring kebimbangan
Mengapa Sang Buddha bersabda demikian itu ?

Para pencahari kepratyekabuddhaan

Para bhiksu dan bhiksuni

Para dewa, naga dan para roh

Para ghandrava dan para umat yang lain,
Saling mengulas dalam kebinggungan
Mengharapkan penjelasan Yang Maha Agung
Apakah kiranya maknanya hal ini ?

Kami berharap agar Sang Buddha menjelaskannya

Didalam persidangan para sravaka ini

Sang Buddha bersabda Akulah ketua dari para pengikut,

Tetapi sekarang Aku berada didalam kebijaksanaanKu sendiri

Berada didalam keraguan dan tiada mampu memahami

Apakah ini merupakan Hukum yang terakhir
Ataukah merupakan Jalan yang menuju kesana

Para putra yang terlahir dari mulut Sang Buddha

Dengan tangan terkatub menanti dengan penuh harap

Sudilah Sang Buddha mengumandangkan suara ghaib

Serta memaklumkan kesunyataan itu sekarang juga
Para dewa, naga, roh dan yang lainnya
Yang banyaknya seperti pasir sungai Gangga
Para Bodhisatva yang telah berketepatan
Untuk menjadi para Buddha

Sejumlah delapan ribu orang

Juga dari ribuan koti negeri

Para raja pemutar roda suci yang berada disini

Dengan tangan terkatub dan hati yang takzim
Berkeinginan untuk mendengar Jalan Sempurna.”

Pada saat itu Sang Buddha bersabda kepada Sang Sariputra : “Cukuplah, cukuplah, tiada gunanya berkata-kata lebih jauh lagi. Jika Aku membentangkan hal ini, maka seluruh dunia para dewa dan manusia semuanya akan terkejut dan bingung.”
Sang Sariputra berkata lagi pada Sang Buddha : “Yang Maha Agung ! Berkenanlah untuk membentangkannya ! Sudilah untuk memaparkannya ! karena betapapun juga didalam persidangan agung ini telah hadir ratusan ribu laksa koti asamkhyeya umat yang telah bertemu dengan para Buddha yang berindera tajam dan berkebijaksanaan luhur. Jika saja mereka mendengar akan ajaran Sang Buddha, maka mereka akan mampu mempercayainya dengan takzim.”
Kemudian Sang Sariputra mengutarakan lagi maksud ini, berkatalah Beliau dengan syair :

“Duhai, Raja Hukum Kesunyataan, Yang Maha Agung !

sudilah kiranya menerangkan tanpa ragu-ragu !

didalam persidangan agung ini

dimana hadir para umat tak terhitung jumlahnya
yang dapat menyakininya dengan penuh iman.”

Sang Buddha bersabda lagi dengan syair :

“Cukuplah sudah, tiada gunanya berkata lagi,

HukumKu sangat dalam dan sulit diselami;

Mereka yang tinggi hati, ketika mendengarnya

Tidak akan mempercayainya dengan sungguh hati.”
Kemudian Sang Sariputra berkata sekali lagi kepada Sang Buddha : “Yang Maha Agung ! Berkenanlah untuk membentangkannya ! Sudilah untuk memaparkannya ! Didalam persidangan sekarang ini telah hadir orang-orang yang setingkat dengan hamba sejumlah ratusan ribu laksa koti yang didalam kehidupannya yang silam mereka telah mengikuti Sang Buddha serta telah dibina olehNya. Orang-orang seperti ini sudah tentu dapat mempercayainya dengan sesungguh hati dan sepanjang malam mereka akan dapat beristirahat dengan tenang dan dalam banyak hal mereka akan merasa mendapatkan karunia yang besar.”
Kemudian Sang Sariputra yang inging mengutarakan lagi maksud ini; berkatalah Beliau dengan syair :

“Yang Maha Agung dan Yang Maha Mulia !

berkenanlah kiranya membentangkan Hukum Kesunyataan ini !

Hamba adalah putera tertua Sang Buddha

Didalam persidangan ini telah hadir
Para umat yang tak terhitung jumlahnya
Yang mampu menyakini Hukum ini dengan sepenuh hati

Didalam kehidupan Sang Buddha yang silam,

Beliau telah mengajar mahluk-mahluk ini

Semuanya dengan sepenuh hati mengatupkan tangannya,

Ingin mendengar sabda Sang Buddha
Kami seluruhnya berjumlah 1200 orang
Serta lain-lainnya yang bertetap hati untuk menjadi para Buddha
Semoga, demi para umat ini
Berkenan untuk menjelaskannya secara berbeda-beda
Jika mereka semua mendengar Hukum ini
Mereka akan sangat bergembira.”

Pada saat itu Sang Buddha menyapa Sang Sariputra: “Karena Engkau dengan tulus hati telah tiga kali menggulangi permohonanmu, maka bagaimana mungkin Aku dapat menolak untuk mengatakannya. Sekarang dengarkanlah dengan sepenuh hati, renungkan dan ingat-ingatlah ! Aku akan membeda-bedakannya dan menjelaskannya untukmu.”
Ketika Beliau selesai bersabda demikian, kemudian didalam persidangan itu bangkitlah 5000 bhiksu, bhiksuni, upasaka dan upasika dari tempat duduknya dengan segera bersujud kepada Sang Buddha, setelah itu mereka mengundurkan diri. Karena akar kedosaan yang ada didalam diri orang-orang in sangat begitu dalam dan sifat sombongnya sangat besar sehingga mereka berpendapat bahwa mereka telah memperoleh apa yang sebenarnya belum mereka dapatkan dan telah membuktikan apa yang sebenarnya belum mereka buktikan. Karena kedosaan-kedosaan seperti ini maka mereka tidak ingin tetap berada disitu dan Sang Buddha sendiri diam dan tidak menghentikan mereka.
Kemudian Sang Buddha menyapa Sang Sariputra : “Sekarang didalam persidangan ini, Aku bersih dari segala ranting dan daun yang tidak berguna dan tidak memiliki sesuatupun lagi kecuali kebenaran dan kesunyataan yang murni. Merupakan sesuatu hal yang baik. Wahai Sariputra, bahwa orang-orang yang amat tinggi hati itu telah pergi. Sekarang dengarkanlah dengan cermat dan Aku akan membentangkan hal itu kepadamu.”
Sang Sariputra berkata : “Begitulah Yang Maha Agung, dan hamba ingin mendengarkannya dengan hati penuh gembira.”
Sang Buddha menyapa Sang Sariputra : “Hukum yang mengagumkan seperti ini hanya dikhotbahkan oleh para Buddha Tathagata pada kesempatan yang langka terjadi, seperti halnya Bunga Udumbara yang hanya terlihat sekali saja dalam jangka waktu yang panjang. Wahai Sariputra, dan kalian semua, percayalah padaKu bahwa didalam ajaran Sang Buddha tidak terdapat satupun ajaran yang palsu. Wahai Sariputra, makna dari hukum-hukum yang telah diterangkan oleh para Buddha pada setiap kesempatan itu, sangatlah sulit diselami, karena Aku membentangkan segala hukum kesunyataan dengan cara yang bijaksana yang tak terhitung jumlahnya serta dengan berbagai alasan dan pengutaraan yang penuh peribaratan. Hukum-hukum ini tidak dapat dijangkau dengan daya pikir, pembedaan, dan hanyalah para Buddha saja yang mampu memahaminya. Karena para Buddha yang agung itu hanya muncul di dunia ini karena sebab-sebab yang luar biasa saja. Wahai, Sariputra !, tahukah engkau sebabnya mengapa Aku katakan bahwa para Buddha yang agung itu hanya muncul di dunia ini hanya karena satu alasan yang penting saja ? Hal itu karena para Buddha agung ini berkehendak untuk membuat semua mahluk hidup agar membuka matanya terhadap Pengetahuan Sang Buddha sehingga mereka dapat mencapai Jalan Yang Suci; oleh karena itulah mereka muncul di dunia. Karena mereka ingin untuk menunjukkan para mahluk hidup ini akan pengetahuan Sang Buddha, maka mereka muncul di dunia; karena mereka ingin untuk membuat para mahluk agar memahami pengetahuan Sang Buddha, maka mereka muncul di dunia; karena mereka ingin membuat para mahluk hidup memasuki Jalan Kebijaksanaan Sang Buddha, maka mereka muncul di dunia. Wahai Sariputra, inilah sebabnya mengapa para Buddha itu muncul di dunia ini hanya karena sebab-sebab yang sangat besar saja.”
Sang Buddha menyapa Sang Sariputra: “Para Buddha Tathagata itu hanya mengajar para Bodhisatva saja. Apapun yang mereka lakukan senantiasa hanya untuk satu tujuan yaitu untuk mengambil pengetahuan Sang Buddha dan membentangkannya kepada semua umat. Wahai Sariputra ! Sang Tathagata hanya dengan sarana atau vahana Buddha saja mengkhotbahkan Hukum Kesunyataan kepada seluruh mahluk hidup, jadi tidak terdapat kendaraan lainnya, baik kendaraan kedua maupun yang ketiga.
Hukum-hukum dari semua para Buddha dialam semesta ini juga demikian halnya. Wahai Sariputra! Pada masa yang silam para Buddha itu telah mengkhotbahkan hukum-hukum ini dengan banyak cara dan dengan berbagai alasan serta ungkapan-ungkapan ibarat demi semua mahluk hidup. Seluruh hukum-hukum Kesunyataan ini hanya di peruntukkan bagi Satu Kendaraan Buddha sehingga para mahluk hidup yang telah mendengar Hukum dari para Buddha itu pada akhirnya dapat memperoleh pengetahuan yang sempurna.
Wahai Sariputra ! Para Buddha yang akan datang yang harus turun ke dunia ini juga akan membentangkan hukum-hukum dengan banyak cara yang bijak yang tak terhitung jumlahnya serta dengan berbagai macam alasan dan ungkapan-ungkapan perumpamaan, demi semua umat. Semua hukum-hukum ini hanya bagi Satu Kendaraan Buddha sehingga para mahluk hidup yang mendengar hukum dari para Buddha itu akan dapat memperoleh pengetahuan yang sempurna pada akhirnya.
Wahai Sariputra ! Para Buddha yang maha agung yang berjumlah ratusan ribu laksa koti itu saat ini berada di dalam kawasan Buddha di alam semesta, yang mereka itu sedang menyelamatkan dan mengembirakan hati semua umat; para Buddha ini juga membentangkan hukum-hukum demi semua mahluk hidup dengan banyak cara yang bijaksana yang tak terhitung jumlahnya dan dengan berbagai alasan serta ungkapan-ungkapan peribaratan. Semua hukum ini hanya untuk Satu Kendaraan Buddha sehingga semua mahluk hidup yang mendengar Hukum dari para Buddha itu dapat memperoleh pengetahuan yang sempurna pada akhirnya.
Wahai Sariputra ! Para Buddha ini hanya mengajar para Bodhisatva saja karena ingin untuk menunjukkan pada mahluk hidup akan pengetahuan Sang Buddha, karena ingin untuk membuat seluruh mahluk hidup mengetahui tentang pengetahuan Sang Buddha, dan karena ingin untuk membuat semua umat agar memasuki Jalan Pengetahuan Sang Buddha. Wahai Sariputra ! saat ini Akupun juga seperti mereka. Karena mengetahui bahwa semua umat memiliki berbagai ragam keinginan yang melekat dalam-dalam di dalam jiwa mereka, maka sesuai dengan kemampuannya Aku telah membentangkan hukum-hukum dengan berbagai macam alasan, ungkapan-ungkapan, peribaratan dan kekuatan-kekuatan yang bijak. Wahai Sariputra ! Diseluruh alam semesta ini sesungguhnyalah tidak terdapat 2 kendaraan, apalagi yang ketiga.
“Wahai Sariputra ! Para Buddha selalu turun di dalam masa yang jahat dari 5 kehancuran, yaitu kehancuran kalpa, kehancuran karena kesengsaraan, kehancuran semua mahluk hidup, kehancuran pendapat dan kehancuran usia hidup. Dengan demikian, wahai Sariputra ! karena di dalam masa kehancuran kalpayang menggelisahkan itu semua umat menjadi begitu bernoda karena rasa tamak dan iri yang membawa mereka kearah kedewasaan setiap arah kejahatan, maka para Buddha dengan segala kekuatan-kekuatan yang penuh kebijaksanaan dna didalam satu kendaraan Buddha menerangkan dan membeda-bedakan ke-Tiga Kendaraan. Wahai Sariputra ! Jika para pengikutKu yang menyebut dirinya sebagai Arhat ataupun Pratyekabuddha, maka mereka tidak akan mendengar atau mengerti bahwa para Buddha Tathagata hanya mengajar para Bodhisatva saja dan orang-orang ini bukanlah pengikut-pengikut Sang Buddha maupun Arhat ataupun Pratyekabuddha.
“Lagi, Wahai Sariputra ! Jika para bhiksu dan bhiksuni yang menyatakan bahwa mereka telah menjadi Arhat dan berkata,” inilah penitisan kami yang terakhir, sebelum mencapai Nirvana,” dan kemudian mereka tidak berusaha lagi untuk mencari Penerangan Agung, maka ketahuilah bahwa golongan ini semuanya sangat sombong. Karena betapapun juga tidak ada hal yang seperti itu sebagai seorang bhiksu yang telah benar-benar mencapai kearhatan meskipun ia tidak menyakini hukum ini. Tetapi terdapat perkecualian jika setelah kemokshaan Sang Buddha tidak terdapat seorang Buddha lagi yang hadir. Karena sesudah kemokshaan Sang Buddha nanti, sangatlah begitu sulit untuk mencari seseorang yang dapat menerima, memelihara, membaca dan menghafalkan serta menjelaskan makna dari sutra-sutra semacam ini. Hanya jika mereka bertemu dengan para Buddha yang lain, barulah mereka dapat memperoleh pemecahan masalah di dalam Hukum Kesunyataan yang sama ini
Wahai Sariputra ! dengan sepenuh hati engkau harus menyakini dan meresapi, menerima dan memelihara ajaran Sang Buddha. Tiada satupun ajaran para Buddha Tathagata yang palsu dan tidak terdapat kendaraan lain kecuali Satu Kendaraan Buddha.”
Pada saat itu Yang Maha Agung ingin untuk memaklumkan ajaran ini sekali lagi, maka bersabdalah Beliau dengan syair :

“Para bhiksu dan bhiksuni

Yang pikirannya penuh kesombongan,

Para upasaka yang dihinggapi keangkuhan,

Para upasika yang terselimuti rasa ketidak percayaan,
Keempat golongan seperti ini,
Berjumlah 5000 orang,
Yang tidak menyadari kesalahannya
Dan kekeliruan akan titah-titah ajaran
Hanya terpancang pada pendapat-pendapatnya yang salah saja,
Kecerdasan-kecerdasan kecil yang mereka tunjukkan itu,
Merupakan sampah persidangan, yang tak berguna
Karena kebijaksanaan agung dari Sang Buddha terpancar
Mereka malahan mengundurkan diri
Orang-orang yang memiliki rasa kesadaran yang kecil ini,
Tiada mampu menerima Hukum Kesunyataan ini
Sekarang persidangan tidak lagi mempunyai ranting dan daun
Kecuali mereka yang setia dan beriman

Wahai Sariputra ! dengarkanlah dengan cermat

Hukum-hukum yang telah diperoleh para Buddha

Dengan kekuatan-kekuatan agungnya yang bijaksana

Mereka khotbahkan bagi semua umat
Pikiran-pikiran apapun yang ada didalam batin mereka
Segala jalan yang mereka tempuh
Betapapun ragam keinginan mereka
Serta karma-karma mereka yang silam, baik maupun buruk
Sang Buddha mengetahui semuanya dengan sempurna
Dengan berbagai ragam alasan dan perumpamaan
Cara dan kekuatan-kekuatan yang bijak
Beliau membuat mereka semua bergembira

Dengan mengkhotbahkan segala sutra-sutra

Atau gatha atau sesuatu yang terdahulu

Atau kisah kelahiran atau hal-hal yang belum pernah ada

Dan juga mengkhotbahkan dengan alasan-alasan,
Dengan perumpamaan dan gaya
Serta dengan tulisan-tulisan upadesa
Orang-orang bodoh yang menyukai hukum-hukum hina
Yang dengan serakah mendambakan diri pada kebendaan
Yang dibawah asuhan para Buddha yang tak terhitung
Tidak berjalan diatas hukum yang dalam dan ghaib
Yang tertimpa oleh segala jenis kesengsaraan
Karena hal ini Aku mengkhotbahkan tentang Nirvana

Aku telah mengetrapkan cara-cara yang penuh kebijaksanaan

Untuk mempermudah mereka memasuki kebijaksanaan Sang Buddha

Tetapi belum pernah Aku sabdakan,” Kalian semua akan mencapai Jalan Kebuddhaan.”

Alasan mengapa Aku tidak pernah bersabda demikian itu
Ialah bahwa waktu untuk mengatakannya belumlah tiba

Tetapi sekarang inilah masanya

Dan Aku telah berketepatan untuk mengkhotbahkan Kendaraan Agung

Sembilan bagian HukumKu ini

Dikhotbahkan menurut kemampuan semua umat
Yang semuanya merupakan Pengenalan akan Kendaraan Agung
Oleh karenanya Aku khotbahkan sutra ini

Terdapat para putera Buddha yang berpikiran suci

Yang berwatak lembut dan cerdas,

Dan yang didalam kawasan-kawasan Buddha yang tak terhitung jumlahnya

Telah menempuh Jalan yang agung dan ghaib
Atas nama para putera Buddha ini
Aku berkhotbah tentang Sutra Kendaraan Agung ini
Dan Aku tetapkan bahwa orang-orang seperti ini
Didalam dunia yang mendatang akan mencapai Jalan Kebuddhaan
Atas kepercayaan mereka yang dalam akan Sang Buddha
Dan pemeliharaan titah-titah suci
Mereka ini, ketika mendengar bahwa mereka akan menjadi Para Buddha
Semuanya dihinggapi kegembiraan yang besar
Sang Buddha mengetahui batin dan tindak mereka
Karenanya Beliau mengkhotbahkan Kendaraan Agung kepada mereka
Jika para Sravaka maupun Bodhisatva
Mendengar hukum yang Aku khotbahkan
Meskipun hanya sebait syair saja
Tanpa ragu-ragu lagi mereka semua akan menjadi Buddha
Didalam kawasan Sang Buddha di alam semesta ini
Hanya terdapat Satu Kendaraan Hukum Kesunyataan saja
Tidak ada yang kedua maupun yang ketiga
Kecuali ajaran-ajaran yang bijaksana dari Sang Buddha

Tetapi dengan ungkapan-ungkapan sementara

Beliau telah membimbing semua mahluk hidup

Dengan membentangkan kebijaksanaan Sang Buddha

Pada saat munculnya para Buddha di dunia

Hanya inilah satu-satunya yang benar,

Karena dua yang lain tidaklah benar

Mereka tiada pernah dengan kendaraan kecil
Menyelamatkan semua mahluk hidup

Sang Buddha sendiripun berada didalam kendaraan Agung

Sesuai dengan Hukum yang telah Beliau peroleh

Terhiasi dengan daya meditasi dan kebijaksanaan

Dan dengan itu Beliau menyelamatkan semua umat

Aku, setelah menyatakan Jalan Agung,

Kendaraan Agung Hukum seluruh alam

Seandainya saya bertukar kendaraan kecil

Meskipun hanya seorang manusia
Aku akan terjatuh dalam penyesalan
Sesuatu hal yang tidak boleh terjadi

Jika seseorang berubah kepercayaan

Untuk kemudian percaya pada Sang Buddha

Sang Tathagata tidak akan menipu mereka

Karena Beliau tidak memiliki perasaan serakah dan iri

Dan Beliaupun bebas dari segala akibat hukum

Jadi Sang Buddha dialam semesta

Merupakan manusia yang benar-benar tiada cela

Aku, dengan tanda-tanda yang menghias tubuhku
Dengan sinarnya menerangi dunia
Dan Aku dimuliakan oleh para umat yang tak terhitung jumlahnya
Kepada mereka Aku khotbahkan tentang Rahasia Kesunyataan

Ketahuilah Wahai, Sariputra!

Dahulu kala Aku berprasetya,

Karena ingin membuat seluruh mahluk

Menduduki tingkatan yang sama denganKu tanpa ada pembedaan
Sesuai dengan prasetya yang Aku ucapkan dahulu
Sekarang seluruhnya telah terpenuhi
Untuk merubah semua para umat
Dan membimbingnya memasuki Jalan Kebuddhaan
Bilamanapun juga Aku bertemu dengan setiap umat
Aku ajar mereka dengan jalan KeBuddhaan

Tetapi orang yang bodoh tetap saja bingung

Dan tersesat karena tidak pernah menerima AjaranKu

Aku tahu bahwa mahluk-mahluk ini semua

Tiada pernah menjalankan dasar-dasar kebajikan
Terpancang kokoh pada kelima keinginan
Dan melalui kebodohan, mereka berada dalam kesengsaraan;
Karena alasan-alasan nafsu-nafsu keinginan ini
Mereka terjatuh kedalam tiga jalan iblis;

Pada perpindahan dalam 6 bentuk perwujudan

Mereka menderita kesengsaraan yang hebat

Diterima didalam rahim dalam bentuk yang hina

Kehidupan demi kehidupan mereka berkembang
Berkepribadian nista dan berkebahagiaan kecil
Mereka tertindih oleh segala penderitaan
Mereka telah memasuki pandangan yang salah
Seperti “ada” dan “tiada”
Bersandar pada 62 pandangan-pandangan yang keliru ini

Mereka terbenam dalam-dalam pada pandangan yang keliru ini

Memeganginya dengan kuat tanpa mampu melepaskannya

Keangkuhan dan kesombongan

Rasa curiga, tidak jujur dan rasa tidak percaya
Selama ribuan dan jutaan kalpa
Mereka tidak mendengar nama seorang Buddhapun
Ataupun mendengar Hukum yang benar

Orang-orang seperti ini sukar untuk diselamatkan

Oleh karena alasan ini wahai Sariputra !

Aku tetapkan cara yang bijaksana bagi mereka

Dengan memaklumkan jalan untuk mengakhiri penderitaan
Mengajarkannya melalui ajaran Nirvana
Meskipun Aku menyatakan tentang Nirvana
Namun itu bukanlah kemokshaan yang sejati
Segala perwujudan, dari permulaan
Senantiasa bersifat Nirvana

Jika seorang putera Buddha telah memenuhi tugasnya

Didalam dunia mendatang ia akan menjadi seorang Buddha

Hanya dengan caraKu yang penuh kebijaksanaan saja

Benar-benar Aku wujudkan/maklumkan tiga kendaraan hukum
Karena semua para yang agung
Semuannya membentangkan Satu Kendaraan Agung
Sekarang biarlah didalam persidangan agung ini
Semuanya terlepas dari rasa ragu dan bingung
Para Buddha tidaklah berbeda pernyataannya
Hanyalah ada Satu Kendaraan dan tidak ada yang kedua
Berkalpa-kalpa yang tak terhitung jumlahnya yang telah lalu
Para Buddha yang telah moksha yang tanpa bilangan banyaknya
Beratus, beribu dan berjuta
Jumlah-jumlah itu tidak dapat dihitung

Semua para yang agung seperti ini,

Dengan berbagai alasan dan perumpamaan

Dengan kekuatan kebijaksanaan yang banyak sekali

Telah memaklumkan beraneka ragam hukum
Tetapi semua yang agung ini
Memaklumkan Satu Kendaraan Hukum
Dengan merubah para umat yang tak terhitung jumlahnya
Untuk memasuki Jalan KeBuddhaan

Lebih-lebih lagi, para yang maha mulia itu

Mengetahui bahwa seluruh alam-alam

Alam para dewa, manusia dan mahluk-mahluk lainnya

Yang benar-benar memiliki hasrat didalam hatinya
Dengan berbagai kebijaksanaan

Dengan berbagai kebijaksanaan,

Membantu membentangkan prinsip yang pertama itu

Jika ada mahluk-mahluk hidup

Yang telah bertemu dengan para Buddha yang terdahulu;
Seandainya, setelah mendengar Hukum Kesunyataan itu,
Mereka sudah memberikan dana
Jika mereka menjaga titah-titah dan memeliharanya
Bersifat penuh semangat, meditasi dan bijakana;
Karena telah memiliki bermacam jalan kebahagiaan dan keluhuran ini
Mahluk-mahluk seperti ini
Semuanya telah mencapai jalan KeBuddhaan

Setelah kemokshaan para Buddha

Orang-orang yang berjiwa asih dan lembut

Umat yang telah menegakkan kebenaran

Semuanya telah memperoleh jalan KeBuddhaan

Setelah kemokshaan para Buddha,

Mereka yang memuliakan peninggalan-peninggalannya

Dan mendirikan berkoti macam stupa

Dengan emas, perak dan kristal
Dengan batu bulan dan lapiz lazuli
Dengan indahnya menghiasi setiap stupa;
Mereka yang membangun candi-candi batu
Kayu cendana dan kayu gaharu
Kayu elang dan kayu-kayu lainnya
Dari bata, genteng dan tanah liat
Ataupun mereka yang didalam hutan belantara
Mengonggok tanah untuk candi para Buddha
Bahkan kanak-kanak dalam permainannya
Yang mengumpulkan pasir untuk membuat sebuah stupa Buddha
Mereka ini telah mencapai Jalan KeBuddhaan

Jika para manusia, demi para Buddha

Telah mengembangkan cita-citanya

Yang terhiasi dengan tanda-tanda khusus,

Semuanya telah mencapai jalan keBuddhaan
Ataupun mereka yang dengan 7 benda berharga
Dengan kuningan, tembaga merah dan putih
Dengan lilin, timah hitam dan timah putih
Dengan kayu besi dan tanah liat
Ataupun dengan olesann pernis,
Telah menghiasi dan membuat gambaran dari para Buddha
Mereka ini telah mencapai jalan keBuddhaan

Mereka yang telah menghiasi gambaran-gambaran tentang para Buddha

Dengan ratusan tanda hiasan kemuliaan

Baik dilakukan sendiri maupun menyuruh orang lain

Semuannya telah mencapai Jalan KeBuddhaan

Bahkan anak-anak yang pada saat bermain,

Yang baik dengan rerumputan, kayu maupun pena

Ataupun dengan kuku jari

Telah menggabar lukisan Buddha
Orang-orang ini semua
Sedikit demi sedikit mengumpulkan pahala
Dan menyempurnakan jiwa welas asih yang agung
Semuanya telah mencapai Jalan Kebuddhaan

Sesungguhnya dengan mempengaruhi para Bodhisatva

Untuk menyelamatkan umat yang tak terhitung jumlahnya

Jika seseorang, memuliakan dengan hati sujud

Gambar-gambar lukisan Buddha indah, stupa-stupa dan candi
Dengan bebungaan, dedupaan, bendera dan payung
Atau menyuruh orang lain untuk memainkan musik
Menabuh genderang, meniup terompet tanduk dan siput,
Seruling tiup dan pluit, memainkan kecapi, dan harpa
Gitar, gong dan canang
Seluruh bunyi-bunyi ghaib seperti ini
Semuanya dimainkan sebagai penghormatan
Atau dengan hati yang penuh kegembiraan
Dengan bernyanyi, telah memuji jasa-jasa para Buddha
Meskipun dengan suara yang pelan,
Merekapun juga telah mencapai Jalan Kebuddhaan

Bahkan seseorang yang dengan pikiran yang kacau

Hanya dengan sekuntum bunga

Telah memuliakan lukisan Sang Buddha itu

Sedikit demi sedikit ia akan melihat para Buddha
Ataupun mereka yang telah mempersembahkan puja dan puji
Seandainya hanya dengan merangkapkan tangannya saja
Ataupun bahkan mengangkat satu tangannya
Ataupun dengan sedikit menundukkan kepala
Dengan itu ia memuliakan lukisan itu
Lambat laun ia melihat para Buddha
Mencapai Jalan Agung

Menyelamatkan para umat yang begitu besarnya

Dan memasuki Nirvana yang tak berwujud

Seperti halnya jika kayu bakar habis maka matilah sang api

Jika terdapat seseorang dengan pikiran kalut
Memasuki stupa ataupun candi
Dan menangis meskipun hanya mengucapkan “Namah Buddha”
Ia telah mencapai Jalan Kebuddhaan

Jika terdapat seseorang, dari para Buddha yang telah silam,

Baik masih hidup maupun sudah moksha

Telah mendengar Hukum ini

Mereka semua telah mencapai Jalan Kebuddhaan
Semua para Buddha yang akan datang
Yang berjumlah tak terbatas
Seluruh Tathagata-tathagata ini
Juga mengkhotbahkan hukum dengan cara-cara yang bijak
Menyelamatkan semua mahluk hidup
Agar memasuki kebijaksanaan Buddha yang tiada cela

Dari mereka yang mendengar Hukum Kesunyataan

Tidak ada seorangpun yang gagal menjadi seorang Buddha

Inilah prasetya asli dari para Buddha;

Dengan jalan Buddha yang aku tempuh,
Aku ingin membuat semua mahluk di alam semesta
Untuk mencapai jalan yang sama berbarengan denganKu

Meskipun para Buddha dimasa-masa yang akan datang

Memaklumkan ratusan, ribuan, berkoti-koti

Rentetan doktrin yang tak terhitung jumlahnya

Pada nyatanya hanya terdapat Satu Kendaraan,
Para Buddha yang maha agung
Mengetahui bahwa tidak ada sesuatupun yang memiliki perwujudan yang bebas

Bahwa benih-benih Kebuddhaan timbul dari suatu sebab

Sehingga mereka membentangkan Satu Kendaraan

Segala sesuatu berada pada susunannya yang tertentu

Oleh karena itu dunia ada selam-lamanya

Setelah mengetahui hal ini atas tahta kebijaksanaan,

Para pemimpin memaklumkannya dalam cara yang bijak

Pada siapa para dewa dan manusia memuliakan

Para Buddha sekarang yang berada di alam semesta

Yang jumlahnya seperti pasir-pasir sungai Gangga

Dan yang muncul di dunia

Untuk menjadi relief segala mahluk hidup
Merekapun memaklumkan hukum seperti ini
Karena mengetahui keagungan Nirvana
Meskipun, karena kekuatan-kekuatan mereka yang bijak
Mereka melakukan berbagai macam cara
Sesungguhnya cara-cara itu hanyalah Satu Kendaraan Buddha

Karena mengetahui tingkah semua umat

Apapun yang telah mereka kembangkan dimasa yang silam

Kecenderungannya dan semangatnya

Dan kemampuan mereka, cerdas maupun bodoh
Dengan berbagai macam cara
Perumpamaan dan kisah-kisah
Sehingga mereka dapat menerima
Demikianlah mereka telah mengajar dengan bijak

Pun pula Aku sekarang, dengan cara yang sama

Demi keselamatan para mahluk hidup

Melalui berbagai ajaran

Memaparkan Jalan Kebuddhaan
Aku, dengan daya kekuatanKu yang bijak
Mengetahui sifat dan kecenderungan semua umat,
Secara bijaksana Aku maklumkan hukum-hukum
Yang membuat semua mahluk memperoleh kebahagiaan

Ketahuilah, wahai Sariputra !

Aku karena mengamati dengan mata Buddha

Mengetahui para umat yang berada didalam 6 bentuk perwujudan

Sengsara serta tanpa kebahagian dan kebijaksanaan
Berada didalam jalan kebinasaan yang berbahaya
Dalam penderitaan yang terus menerus yang tiada berujung
Dengan eratnya terikat pada kelima keinginan
Seperti lembu yang mengurus ekornya
Tercekik oleh keserakahan dan kebirahian
Terbutakan dan tiada mampu melihat apapun jua;
Mereka tidaklah mencari Sang Buddha, Yang Maha Kuasa
Serta Hukum untuk mengakhiri kesengsaraan
Sebaliknya dengan dalamnya terjatuh kedalam bidah-bidah
Dan mencari dengan penuh penderitaan agar terhindar dari penderitaan

Demi seluruh mahluk ini

HatiKu merasa sangat kasihan

Pada pertama kali Aku duduk diatas tahta kebijaksanaan

Dengan memandang pohon itu dan berjalan mengitarinya
Selama 3 kali 7 hari
Aku merenungkan masalah-masalah seperti ini

Kebijaksanaan yang telah Aku peroleh

Sangat begitu menakjubkan dan begitu agung

Tetapi semua umat begitu rendah kemampuannya

Terikat oleh nafsu dan terbutakan oleh ketidaktahuan
Golongan mahluk-mahluk seperti ini,
Bagaimana mereka dapat diselamatkan?

Kemudian semua para raja Kebrahman

Dan Sang Sakra dari seluruh para dewa

Keempat mahluk kadewaan yang menjaga dunia

Juga dewa Sang Maharaja Agung
Dan seluruh mahluk-mahluk surga yang lain
Beserta ratusan ribu laksa pengikut
Dengan takzimnya menghormati dengan tangan terkatub
Dengan memohonKu agar memutar Roda Hukum
Kemudian Aku merenung dalam diriKu sendiri
‘Seandainya Aku hanya memuja Kendaraan Buddha
Semua umat yang jatuh kedalam kesengsaraan
Tidak akan mampu mempercayai hokum ini
Dan dengan melanggar hukum lewat ketidakpercayaan
Akan terjatuh kedalam 3 jalan iblis
Lebih baik Aku tidak mengkhotbahkan hukum itu
Tetapi masuk Nirvana saja dengan segera

Namun ketika Aku ingat akan apa yang telah dilakukan oleh

Para Buddha yang terdahulu dengan kekuasaan-kekuasaan mereka yang bijak

Aku berpikir : “Jalan yang telah Aku capai

Harus Aku khotbahkan sebagai tiga kendaraan.”
Sementara Aku sedang merenung demikian itu,
Seluruh para Buddha di alam semesta bermunculan
Dan dengan suara yang mulia, mereka menggembirakan Aku

“Bagus sekali ! Wahai Sang Sakyamuni !

Pemimpin utama !

Setelah mencapai hukum yang agung ini

Engkau telah mengikuti semua para Buddha
Dalam mempergunakan kekuatan-kekuatan yang bijaksana
Kamipun juga telah memperoleh hukum yang maha menakjubkan dan agung ini
Tetapi demi beberapa golongan mahluk
Kami membagi dan mengkhotbahkannya dalam 3 kendaraan
Mereka yang berkebijaksanaan rendah yang menyukai hukum-hukum hina
Tidaklah percaya bahwa mereka dapat menjadi para Buddha
Oleh karenanya, dengan cara-cara yang arif
Kami membagi dan mengkhotbahkan hasil-hasil yang wajar.

Meskipun kami juga memaklumkan ketiga kendaraan

Hal itu hanyalah untuk ajaran para Bodhisatva saja

Ketahuilah Wahai Sariputra !

Demi mendengar ajaran-ajaran dari para Singa Mulia itu

Yang begitu jelas dan ghaib

Aku menghormati mereka, “Namah Para Buddha”
Dan kembali merenungkan begini
“Karena telah terjun kedalam dunia yang jahat dan menggelisahkan
aku, sesuai dengan titah para Buddha
akan melanjutkannya juga dengan patuh.”

Setelah selesai merenungkan hal ini

Dengan segera Aku pergi ke Varanasi

Alam nirvana dari segala perwujudan

Yang tiada dapat diutarakan
Aku, dengan kemampuanKu yang bijaksana
Berkhotbah kepada kelima bhiksu
Inilah yang disebut Pemutaran Roda Hukum yang pertama,
Sesudah mana terdapatlah kabar tentang Nirvana
Dan juga tentang nama-nama Arhat yang terpisah
Namo Dharma dan Namo Sangha
Selama berkalpa-kalpa yang panjang
Aku telah memuja dan menunjukkan Hukum Nirvana
Untuk penghentian yang abadi dari kesengsaraan para mahluk
Oleh karena itu Aku sabdakan dengan tiada henti-hentinya

Ketahuilah Wahai Sariputra !

Ketika Aku melihat para putera Buddha

Yang bertekad untuk mencari jalan kebuddhaan

Selama ribuan dan laksaan koti yang tanpa hitungan
Semuanya dengan hati takzim
Mendekati Sang Buddha

Mereka telah mendengar dari para Buddha

Hukum yang telah mereka terangkan dengan sempurna

Kemudian Aku menyadari pikiran ini

“Alasan mengapa Sang Tathagata muncul ialah

Untuk mengkhotbahkan Kebijaksanaan Sang Buddha,

Sekaranglah saatnya.”

Ketahuilah Wahai Sariputra !

Orang-orang yang bodoh yang tolol

Orang-orang yang terikat pada keduniawian dan kesombongan

Tidak akan dapat mempercayai hukum ini

Tetapi sekarang Aku gembira dan tiada bimbang

Ditengah-tengah para Bodhisatva

Dengan jujur menyingkirkan kebijaksanaan

Dan hanya memaklumkan Jalan Agung

Kalian para Bodhisatva yang mendengar Hukum ini

Semuanya telah tersingkirkan dari jarring-jaring keraguan

Kalian para Arhat yang berjumlah 1200

Semuanya akan menjadi para Buddha

Dengan cara yang sama bahwa para Buddha yang silam,

Sekarang dan yang mendatang, mengkhotbahkan Hukum

Begitu juga Aku sekarang

Mengkhotbahkan Hukum yang tidak dapat dibagi-bagi

Munculnya para Buddha di dunia

Adalah berjauhan dan jarang terjadi

Ketika mereka benar-benar turun di dunia pun

Dengan kelangkaan mereka mengkhotbahkan hukum ini
Bahkan sampai berkalpa-kalpa yang tak terhitung banyaknya
Jaranglah Hukum ini dapat didengar
Dan mereka yang mampu mendengar Hukum ini
Orang-orang seperti ini juga jarang
Hal ini seperti bunga udumbara
Yang semua umat menyenangi dan menikmati
Jarang terlihat oleh para dewa dan manusia
Yang muncul sekali dalam waktu yang panjang
Begitulah dia yang setelah mendengar Hukum ini
Kemudian memujanya dengan penuh kegembiraan
Serta mengucapkannya meskipun hanya sepatah kata saja,
Dia yang telah memuliakan
Semua para Buddha di dalam ketiga dunia
Orang seperti ini sangatlah jarang
Lebih jarang daripada bunga Udumbara
Bebaskanlah dirimu dari kebimbangan

Akulah Raja Hukum Kesunyataan

Dan menyatakan pada seluruh persidangan

Aku, hanya dengan Satu Kendaraan Agung

Mengajar para Bodhisatva, dan tidak memiliki seorang pengikut Sravakapun

Ketahuilah kalian semua, Wahai Sariputra !

Para Sravaka dan bodhisattva

Bahwa Hukum yang menakjubkan ini

Adalah misteri seluruh Buddha
Karena dunia yang jahat dari kelima kebobrokan
Hanya menyukai ikatan-ikatan keduniawian
Mahluk-mahluknya yang seperti ini
Tiada pernah mencari jalan Kebuddhaan
Generasi-generasi jahat yang mendatang
Yang mendengar Kendaraan Tunggal
Yang dikhotbahkan oleh Sang Buddha
Didalam khayalan dan ketidakpercayaan mereka
Akan melanggar Hukum itu dan terjatuh kedalam jalan-jalan jahat
Tetapi terdapatlah mahluk-mahluk rendah hati dan suci
Yang mencurahkan diri untuk mencari Jalan Kebuddhaan

Bagi mereka semuanya ini

Kupuji dengan panjang lebar akan Jalan Kendaraan Tunggal

Ketahuilah Wahai Sariputra!

Hukum dari para Buddha adalah demikian

Dengan laksaan koti dari cara-cara yang bijaksana

Mereka memaklumkan hukum ketika ada kesempatan
Namun mereka yang tidak ingin mempelajarinya
Semuanya tidak akan mampu menyelaminya

Tetapi Engkau telah mengetahui

Jalan-jalan bijaksana yang sangat berguna dari

Para Buddha, pemimpin-pemimpin dunia,

Tidak memiliki keragu-raguan yang lebih lanjut lagi
Bergembiralah senangkanlah hatimu
Karena mengetahui bahwa Engkau akan menjadi para Buddha