Sanubari Teduh – Tiga Kebocoran Bagian 1

0
153
Master Chen Yen

Sanubari Teduh – Tiga Kebocoran Bagian 1

Master Chen Yen

Saudara se-Dharma sekalian,  setiap hari adalah awal dari hari yang baru. Pada awal dari setiap hari, kita harus mengingatkan diri bahwa kemaren telah berlalu dan hari ini baru dimulai. Saat mulai beraktivitas, kita harus memastikan arah kita dengan benar. Saat berjalan, kita harus mengenal arah dan tujuan kita dengan jelas. Dengan memiliki arah tujuan yang jelas dan mulai berjalan di arah tersebut, kita tidak akan keliru. Tujuan praktisi Buddhis, baik umat perumah tangga maupun kaum monastik, tentu adalah mencapai kebuddhaan. Buddha telah mengajarkan jalan agar kita tidak terpisah dari Jalan Bodhi. Bodhi berarti pencerahan, yaitu pemahaman sempurna tentang segala sesuatu. Jadi sebagai praktisi Buddhis, setiap hari kita harus selalu menyadarkan diri tentang bagaimana berjalan di jalan  pencerahan  dan mencegah timbulnya noda dan kegelapan batin yang menutup pikiran kita.

Kita sungguh harus mengkaji noda batin, kita harus menggunakan kesabaran untuk memmahami noda batin apa yang timbul hari ini,  setelah memahami noda batin, alangkah baiknya kita dapat mencegahnya agar tidak mengotori batin kita. Sebagaimana dikatakan, “Menciptakan segala karma buruk akibat Akar Tiga Racun, adakalanya menciptakan segala karma buruk akibat tiga kebocoran. Istilah kebocoran ini sama dengan pengertian kebocoran dalam ungkapan sehari-hari. Kebocoran menggambarkan sesuatu yang telah lama digunakan sehingga mengalami kerusakan.

Buddha sering berkata tentang masa yang tanpa awal. Ini juga berarti entah berapa lama kita telah berada di enam alam kehidupan. Betapa banyak tabiat buruk dalam batin kita yang terus terakumulasi dari kehidupan ke kehidupan. Karena itu banyak noda batin menjadi kebiasaan kita. Istilah lain untuk noda batin adalah kebocoran. Bocor berarti ada kekurangan atau kerusakan. Setiap orang memiliki  hati dan tekad yang setara dengan Buddha. Secara hakiki kita semua memiliki hati, tekad dan kebijaksanaan seorang Buddha.  Akan tetapi sebagai makhluk awam, kita terus mengembara di enam alam kehidupan dan terus dinodai banyak kebiasaan buruk yang menutupi sifat hakiki kita. Kebijaksanaan kita yang pada hakikatnya setara dengan Buddha pun menjadi timbul tenggelam dan luntur oleh noda batin. Inilah kondisi kita sebagai makhluk awan.

Ada tiga jenis kebocoran batin, Pertama adalah kebocoran nafsu keinginan. Nafsu keinginan adalah suatu noda batin. Di alam nafsu ini,    siapakah yang sejak lahir tidak memiliki nafsu keinginan ?   sejak tumbuh dari masa kanak-kanak keinginan mereka terus bertambah, seiring dengan berjalannya waktu, setelah beberapa puluh tahun dalam hidup ini, mereka akan semakin banyak keinginan dan ketamakan terhadap benda materi. Inilah yang disebut nafsu keinginan.

Kebocoran adalah istilah lain bagi noda batin, merujuk pada kurangnya kebijaksanaan dan terlukanya hakikat murni. Bertambahnya noda batin di dalam hati akan menguras sebagian kebijaksanaan murni.

Selanjutnya, ada noda batin eksistensi, ketika memiliki nafsu keinginan dan mendapatkan apa yang kita kejar, kita akan merasa bahwa itulah kebahagiaan. Akan tetapi saat penderitaan muncul dan kita harus menanggung buah akibat berupa penderitaan tersebut, ini disebut noda batin eksistensi.

Selanjutnya adalah noda batin ketidaktahuan atau kebocoran kegelapan batin. Kebocoran batin sama dengan noda batin. Pada awalnya nafsu keinginan membawa kita untuk menciptakan karma ketika karma dan kondisi matang muncullah akibat. Akibat tersebut menghasilkan penderitaan. Akibat dari noda batin ini menyebabkan kita semakin terbelenggu dan menciptakan lebih banyak karma buruk. Moda dan kegelapan batin kita pun akan kembali bertambah.

Tiga Kebocoran meliputi:
1.    Kebocoran Nafsusu keinginan
2.    Kebocoran eksistensi
3.    Kebocoran kegelapan batin
Ketidakpuasan batin dan nafsu keinginan tanpa batas melahirkan banyak noda batin inilah kebocoran nafsu keinginan.
Akibat kurangnya kebijaksanaan, mengejar keinginan sehingga menciptakan karma buruk dan menderita. Inilah kebocoran eksistensi
Batin ditutupi selapis demi selapis kegelapan sehingga noda batin terus bertambah, inilah kebocoran kegelapan batin.

Intinya, dalam ajaran Buddha kebocoran merujuk pada noda bati di alam nafsu, alam rupa dan alam tanpa rupa. Sesungughnya saya merasa bahwa yang harus kita pahami adalah noda atau kebocoran batin berawal dari kegelapan batin hingga mengkondisikan kita mengalami penderitaan akhirnya kembali mempertebal noda dan kegelapan batin. Dengan memahami semua ini, kita hendaknya merasa senantiasa puas, karena itu saya sering berkata bahwa kita harus bersyukur dan tahu berpuas diri. Dengan tahu berpuas diri noda atau kebocoran batin akan lenyap. Dengan memiliki rasa syukur, kebocoran, kegelapan batin akan lenyap. Jadi, kita harus selalu bersungguh-sungguh hati.

Demikianlah diintisarikan dari Sanubari Teduh – Tiga Kebocoran Bagian 1 (091)

Sanubari Teduh : Disiarkan di Stasiun Televisi Cinta Kasih DAAITV INDONESIA : Setiap Minggu 05.30 WIB ; Tayang ulang: Sabtu 05.30 WIB
Channel  Jakarta 59 UHF, Medan 49 UHF
TV Online : https://www.mivo.com/#/live/daaitv

GATHA PELIMPAHAN JASA
Semoga mengikis habis Tiga Rintangan
Semoga memperoleh kebijaksanaan dan memahami kebenaran
Semoga seluruh rintangan lenyap adanya
Dari kehidupan ke kehidupan senantiasa berjalan di Jalan Bodhisattva