Two things practitioners need ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

0
78

Two things practitioners need ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

Jigme Lingpa has advised us that as practitioners, we need two things. One is humility and the other is confidence. When you lose your inspiration, when you think that you are lazy and you don’t have devotion, then you should think, ‘The fact that I think like this is good, it means that I am considering this as a problem.’ That realization is some kind of renunciation, or at least food for renunciation. And thinking like that, having that kind of attitude, is confidence. And then again sometimes we should think, ‘What I am practicing is not enough.’ Not only sometimes, actually, most of the time we should think that what we are doing is not enough, we have to do more. The purification that we are engaging in, the accumulation of merit that we are doing, is not enough. Never enough. That is the practice of humility. So this, too, is really important.

source: http://khyentsefoundation.org/communique/CommuniqueOctober09.html

Dua hal yang praktisi butuhkan ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

Jigme Lingpa telah menasehati kita bahwa sebagai praktisi, kita membutuhkan dua hal. Salah satunya adalah kerendahan hati dan yang lainnya adalah kepercayaan diri. Ketika Anda kehilangan inspirasi Anda, ketika Anda berpikir bahwa Anda itu malas dan tidak memiliki devosi, maka Anda harus berpikir, ‘Kenyataan bahwa saya berpikir demikian adalah  bagus, itu berarti saya menganggap sedang ada masalah.’ Menyadari hal itu seperti menyadari ketidak melekatan, atau setidaknya tidak melekat pada makanan. Dan berpikir seperti itu, memiliki sikap seperti itu, disebut kepercayaan diri. Dan kita kadang harus berpikir kembali, ‘Apa yang saya latih tidak cukup.’ Bukan hanya kadang-kadang, tetapi kita seharusnya lebih sering berpikir bahwa apa yang kita lakukan tidak cukup, kita harus berbuat lebih banyak lagi. Purifikasi yang kita lakukan, akumulasi jasa kebajikan yang kita lakukan, tidaklah cukup. Tidak pernah cukup. Itulah praktek kerendahan hati. Jadi ini juga sangat penting.

Sumber: http://khyentsefoundation.org/communique/CommuniqueOctober09.html