The whole purpose of the outer guru ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

0
115

The whole purpose of the outer guru ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

Idolizing and supplicating the outer guru should not be done at the expense of losing touch with the inner guru. We are not supplicating an almighty, independent creator.

The whole purpose of the outer guru is to fish out the inner guru, to teach us how to tap into the space between past thoughts and future thoughts and, if possible, remain there. That moment is the inner and secret gurus. Even if we manage once in a blue moon to encounter this state, managing to remain there for more than a moment is rare. We don’t even have the habit of wanting to do that.

Devotion to the guru helps us develop the habit of wanting. But we cannot expect the guru to do the job for us. We may be awestruck by the charisma, the power, the hats, the height of throne, the titles, and all the props. We are comforted by the idea that he will lead us and take care of us. But if we don’t use the outer guru to develop our inner and secret gurus, we will always remain at square one. We will be bombarded by emotion whether we win the lottery or hear that our boyfriend is flirting with another man.
from the book The Guru Drinks Bourbon?

Seluruh tujuan dari guru luar ~ Dzongsar Khyentse Rinpoche

Mengidolakan dan berdoa pada guru luar tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan kehilangan kontak dengan guru bagian dalam. Kami tidak memohon seorang pencipta independen yang maha kuasa.

Seluruh tujuan guru luar adalah untuk memancing guru bagian dalam, untuk mengajari kita bagaimana memasuki ruang antara pemikiran masa lalu dan pemikiran masa depan dan, jika mungkin, tetap tinggal di sana. Momen tersebut adalah guru bagian dalam dan guru rahasia. Untuk berdiam di momen tersebut dalam jangka waktu yang sangat pendek sangatlah jarang didapatkan. Kita bahkan tidak memiliki kebiasaan untuk melakukan hal itu.

Devosi pada guru membantu kita mengembangkan kebiasaan “menginginkan”. Tapi kita tidak bisa mengharapkan guru untuk melakukan pekerjaan itu untuk kita. Kita mungkin terpesona oleh karisma, kekuatan, topi, takhta, gelar, dan semua alat peraga. Kita dihibur dengan gagasan bahwa ia akan memimpin dan menjaga kita. Tetapi jika kita tidak menggunakan guru luar untuk mengembangkan guru bagian dalam dan rahasia kita, kita akan selalu jalan ditempat. Kita akan dibombardir oleh emosi seperti apakah kita memenangkan undian atau mendengar bahwa pacar kita sedang main mata dengan pria lain.
Dari buku The Guru Drinks Bourbon?